Categories: PAPUA TENGAH

Spanyol U-17 Hadapi Jepang U-17: Produk Akademi VS Hasil Kompetisi Antar-SMA

KOMPETISI sepak bola antar-SMA dan universitas di Jepang termasuk salah satu jalur pembinaan sepak bola andalan.

Dikelola secara profesional setelah belajar dari Jerman, ajang tersebut pun dimanfaatkan klub-klub J-League untuk menjaring pemain berbakat.

Tak heran jika banyak pemain dari kejuaraan sepak bola antar-SMA dan universitas saat ini yang membela timnas Jepang di berbagai level. Di antaranya, Yuto Nagatomo dan Kaoru Mitoma di skuad senior.

Di skuad Jepang U-17 yang terjun di Piala Dunia U-17 saat ini, setidaknya ada tiga pemain yang juga berasal dari kejuaraan antar-SMA. Salah satunya top scorer sementara Piala Dunia U-17 Rento Takaoka.

Pemain yang sudah mencetak empat gol itu berasal dari Nissho Gakuen High School. Masih SMA, bukan berasal dari akademi ataupun sudah masuk ke tim junior klub J-League.

Pelatih Jepang Yoshiro Moriyama membenarkan pentingnya kontribusi kompetisi level SMA dan kampus bagi sepak bola Negeri Matahari Terbit. Apalagi dulu ketika Jepang masih dalam tahap membangun sepak bola.

”Tapi, saat ini akademi klub dan kompetisi antar-SMA ini bersaing. Timnas Jepang menjaring pemain dari sana,” ujarnya.

Nah, malam nanti di Stadion Manahan, Solo, kekuatan ”akar rumput” sepak bola Jepang dari kompetisi antar-SMA itu akan melawan kedigdayaan tradisi akademi sepak bola klub-klub La Liga Spanyol di 16 besar Piala Dunia U-17. Termasuk melawan pemain seperti Marc Guiu yang sudah naik ke tim senior Barcelona dan bermain di La Liga.

”Banyak pemainnya (Spanyol) sudah profesional. Filosofi sepak bola mereka juga sudah berjalan,” puji Moriyama.

Belum lagi, pemahaman taktikal pemain Spanyol U-17 juga sangat bagus. ”Bermain dengan formasi 4-3-3, inside dan outside kotak penaltinya sangat bagus,” tambahnya.

Di sisi lain, meski calon lawan banyak dihuni mereka yang berawal dari level antar-SMA dan kampus, pelatih Spanyol Jose Maria Lana menjelaskan bahwa Kosugi Keita dkk punya banyak kelebihan. Salah satunya fisik. ”Buktinya, mereka bisa lolos ke babak 16 besar. Kami akan menghadapi tim yang kuat,” ujarnya.

Karena sudah punya ”filosofi”, Lana menegaskan akan bermain seperti biasa. Bermain sesuai dengan gaya Spanyol U-17 saat ini. ”Kami berusaha menjadi diri sendiri. Tidak ada perubahan meskipun lawan tim yang berbeda,” tegasnya. (rid/c19/ttg)

Juna Cepos

Recent Posts

Miris, di Muara Tami Seorang Bocah SD Disetubuhi Ayah Tiri

Tindakan tidak terpuji terjadi di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Seorang pria berinisial AK (31)…

13 hours ago

Tangani 1.572 Kasus, 11 Markas KKB Diduduki

Enam bulan pertama Tahun 2026 menjadi periode yang sarat tantangan bagi Kepolisian Daerah (Polda) Papua.…

14 hours ago

Viral Truk Sampah Diduga “Bermain” BBM

Dalam video berdurasi kurang dari dua menit itu, tampak kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup dan…

15 hours ago

Tersangka Sakit, Kasus Ibu Bakar Anak Dibantarkan

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan mengatakan hingga saat ini proses hukum terhadap kasus tersebut…

16 hours ago

7 Kebiasaan Setelah Makan yang Ternyata Kurang Baik untuk Kesehatan

Sebagian kebiasaan tersebut telah menjadi rutinitas sehari-hari sehingga sering dianggap aman. Padahal, jika dilakukan terus-menerus,…

18 hours ago

Biaya Latsarmil Calon Manajer Koperasi Desa Capai Rp30 Juta/Orang

Berdasarkan data yang diungkapkannya, total biaya pelatihan untuk satu orang calon manajer koperasi mencapai angka…

19 hours ago