

Antrean kendaraan untuk mengisi BBM di salah satu SPBU di Kota Jayapura, Selasa (15/11). (FOTO: Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Usai melakukan inspeksi mendadak di beberapa lokasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pemerimtah Provinsi Papua bakal berkoordinasi dengan pihak Pertamina.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua Yohanes Walilo menyampaikan, peninjuan di SPBU untuk memastikan kenapa ada kelangkaan BBM hingga terjadi antrian kendaraan.
“Kita akan koordinasikan dengan pihak Pertamina, karena bicara BBM adalah urusannya Pertamina,” kata Walilo, Selasa (15/11) kemarin.
Sementara itu, Staf Ahli Sekretaris Daerah Papua, Ferdinand Risamasu mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua akan menggelar pertemuan bersama pihak terkait diantaranya Pertamina, pengusaha SPBU, Dinas ESDM Papua dan pihak keamanan untuk membahas persoalan berkaitan dengan BBM.
“Persoalan ini harus ditangani karena pernah terjadi insiden di SPBU ini, orang yang antri tidak sabar lalu tersinggung akhirnya memukul petugas, bahkan ada ancaman SPBU akan dibakar,”Sambungnya.
Sebelumnya, dari pemantauan secara internal yang dilakukan Dinas Perindakop khususnya bidang perdagangan ditemukan beberapa hal yang menyebabkan terjadinya antrian yakni, mesin depot yang mengalami kelambatan saat pengisian BBM serta ditemukan kendaraan yang sama di hari yang sama melakukan pengisian BBM 2 hingga 3 kali. (fia/gin)
Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…
IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…
Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…
Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…
Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…
Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…