Categories: PAPUA TENGAH

Manfaat Besar

JAYAPURA-  Kepala Dinas Sosial, Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua, Dr. Ribka Haluk, menjelaskan manfaat besar data Orang Asli Papua (QAP) yang telah dirampungkan pihaknya, sehingga tinggal diluncurkan.

Dr. Ribka Haluk ( FOTO: gratianus silas/cepos)

  Kata Haluk, data penduduk OAP akan benar-benar bermanfaat bagi perencanaan pembangunan, terutama pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

“Jadi data orang asli Papua akan benar-benar bermanfaat bagi perencanaan pembangunan pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Seperti halnya kebijakan kesehatan dalam proteksi BPJS yang sudah bisa ditemukannya data OAP berbasis NIK,” tambahnya.

 Sama halnya juga dengan kebijakan pendidikan dalam keberpihakan terhadap OAP. Dalam data ini jelas tertera data penduduk berbasis nama dan alamat (by name by address), termasuk pekerjaan/profesi, status pernikahan, hingga jumlah anak bagi yang telah berkeluarga. Hal ini sudah kita uji coba dalam program Bangga Papua dan berhasil, bahkan diapresiasi KPK, di mana mereka sudah memberikan dukungan kepada kita untuk lanjutkan,” tandasnya.(gr/ary)

newsportal

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

23 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

1 day ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

1 day ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

1 day ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

1 day ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

1 day ago