

JAYAPURA- Kepala Dinas Sosial, Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua, Dr. Ribka Haluk, menjelaskan manfaat besar data Orang Asli Papua (QAP) yang telah dirampungkan pihaknya, sehingga tinggal diluncurkan.
Kata Haluk, data penduduk OAP akan benar-benar bermanfaat bagi perencanaan pembangunan, terutama pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi.
“Jadi data orang asli Papua akan benar-benar bermanfaat bagi perencanaan pembangunan pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Seperti halnya kebijakan kesehatan dalam proteksi BPJS yang sudah bisa ditemukannya data OAP berbasis NIK,” tambahnya.
Sama halnya juga dengan kebijakan pendidikan dalam keberpihakan terhadap OAP. Dalam data ini jelas tertera data penduduk berbasis nama dan alamat (by name by address), termasuk pekerjaan/profesi, status pernikahan, hingga jumlah anak bagi yang telah berkeluarga. Hal ini sudah kita uji coba dalam program Bangga Papua dan berhasil, bahkan diapresiasi KPK, di mana mereka sudah memberikan dukungan kepada kita untuk lanjutkan,” tandasnya.(gr/ary)
Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…
Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…
Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…
Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…