

JAYAPURA- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes., mengaku bahwa pemenuhan kebutuhan rutin akan obat bagi masyarakat telah berjalan dengan koordinasi yang baik. Dalam hal ini, drg. Giyai, menjelaskan bahwa koordinasi yang dilakukan berjenjang dari tingkat kabupaten/kota ke tingkat provinsi.
“Artinya berjenjang, yang mana kalau kabupaten/kota obatnya habis, maka permintaannya ke provinsi. Jadi, pada dasarnya baik, kecuali terjadi wabah KLB. Tapi kalau kebutuhan rutin obat-obatan, itu sangat baik,” ujar drg. Aloysius Giyai, M.Kes., kepada Cenderawasih Pos via telepon, Kamis (10/10) kemarin.
Hanya saja, sambung drg. Giyai, masalah yang terjadi selama ini di tingkat pelayanan primer, seperti halnya di Pustu dan Puskesmas, terkadang distribusi obat tidak dilakukan dengan baik kepada masyarakat.
“Ini tidak terjadi di semua daerah, melainkan hanya di daerah tertentu saja, sehingga terjadi kekurangan obat-obatan. Tapi hal ini kami benahi, di mana setiap kali dilakukan Raker kesehatan, Bimtek maupun Monev, kami atur secara baik,” tambahnya. (gr/ary)
Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…
Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…
Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…
Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…
Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…
“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…