Categories: SEPAKBOLA DUNIA

De Oranje Butuh Kemenangan

Di sisi lain, Swedia menunjukkan performa yang sangat impresif pada pertandingan pembuka. Tim besutan Graham Potter tampil dominan dengan kemenangan 5-1 atas Tunisia. Kemenangan tersebut menempatkan Swedia di puncak klasemen Grup F dengan tiga poin. Jika mampu mengalahkan Belanda, mereka dipastikan lolos ke babak 32 besar. Bahkan, Swedia berpeluang mengunci status juara grup lebih cepat apabila Jepang gagal mengalahkan Tunisia pada pertandingan lainnya.

Secara historis, pencapaian terbaik Swedia di Piala Dunia terjadi saat menjadi tuan rumah pada 1958 ketika mereka finis sebagai runner-up. Prestasi terbaru yang cukup menonjol hadir pada 2018 dengan menembus perempat final. Namun, mereka gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2022.

Meski tidak banyak dijagokan sebagai kandidat kuda hitam turnamen tahun ini, kualitas lini serang Swedia membuat mereka menjadi salah satu tim yang patut diwaspadai. Secara keseluruhan, Belanda unggul dalam catatan pertemuan kedua negara. Dari 25 pertandingan di berbagai ajang, Belanda meraih 12 kemenangan dan menelan delapan kekalahan.

Menariknya, laga ini baru menjadi pertemuan kedua mereka di putaran final Piala Dunia. Pertemuan pertama terjadi pada fase grup Piala Dunia 1974 dan berakhir tanpa gol. Pada edisi tersebut, Belanda berhasil melaju hingga final sebelum dikalahkan Jerman Barat. Belanda Berpotensi turun dengan susunan terbaik Ronald Koeman diperkirakan tidak akan melakukan banyak perubahan setelah tidak adanya laporan cedera dari pertandingan melawan Jepang.

Penyerang veteran Memphis Depay kemungkinan kembali memulai laga dari bangku cadangan karena belum sepenuhnya pulih dari masalah kebugaran yang sempat mengganggunya. Sementara itu, Cody Gakpo diperkirakan tetap dipercaya tampil sejak menit awal meskipun mendapat kritik atas penampilannya pada laga sebelumnya.

Lini belakang yang dihuni Denzel Dumfries, Virgil van Dijk, Jan Paul van Hecke, dan Micky van de Ven diperkirakan tetap dipertahankan. Di sektor tengah, Frenkie de Jong kembali menjadi motor permainan bersama Ryan Gravenberch dan Tijjani Reijnders.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Diambil dari Nama Suku yang Punah Karena Kebakaran Hebat, Kini Menyimpan Banyak Cerita LegendaDiambil dari Nama Suku yang Punah Karena Kebakaran Hebat, Kini Menyimpan Banyak Cerita Legenda

Diambil dari Nama Suku yang Punah Karena Kebakaran Hebat, Kini Menyimpan Banyak Cerita Legenda

Membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Jayapura. Setelah tiba di Danau Emfotte, pengunjung…

1 day ago

Distrik Manggelum Kondusif, 88 Warga Dipulangkan

Rilis yang diperoleh dari Humas Polres Boven Digoel menyebutkan, pelepasan dilaksanakan di Pelabuhan Tanah Merah…

1 day ago

Kejari Mimika Hentikan Penuntutan Kasus Penganiayaan Lewat Restorative Justice

Perselisihan menajam setelah KS menolak membayar karena menganggap seluruh kewajibannya telah lunas. Ketegangan tersebut memuncak…

2 days ago

Jadi Satu Kebanggaan Melihat Anak-anak Tumbuh Jadi Pribadi yang Mandiri

Keharuan memuncak saat para siswa satu per satu berjalan ke depan untuk menerima tanda kelulusan.…

2 days ago

Dukung Kontingen Pesparawi, Pemkab Jayawijaya Beri Bantuan Rp.200 Juta

Bupati Jayawijaya Atenius Murip, SH, MH mengatakan jika, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memiliki kepedulian besar terhadap…

2 days ago

Pemprov Papua Pegunungan Raih Opini WTP

Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas Laporan…

2 days ago