Categories: SEPAKBOLA DUNIA

Kejutan di Liga Europa, Toulouse Kandaskan Liverpool

Namun, VAR membatalkannya karena handball Mac Allister dalam proses build-up.

Skor kembali menjadi 3-2 untuk keunggulan Toulouse dan bertahan hingga babak akhir.

Klopp menyesali penampilan timnya tetapi gusar dengan keputusan UEFA yang mengadakan konferensi pers di tenda media di luar stadion.

“Kami terorganisir seperti konferensi pers ini, cukup kacau,” kata Klopp sebelum konferensi berubah menjadi hiruk-pikuk ketika pendukung tuan rumah meninggalkan pertandingan.

“Mereka terdengar bernyanyi dan menggedor-gedor tenda, sementara Klopp yang marah tidak dapat mendengar pertanyaan dari jurnalis atau terjemahan dari penerjemah.”

“Dia terus menoleh ke arah para pejabat Liverpool sebelum berkata ‘Siapa yang punya ide untuk mengadakan konferensi pers di sini?’ Wow,” tambahnya.

Peraturan UEFA menyatakan klub tuan rumah bertanggung jawab untuk menyediakan ‘infrastruktur dan layanan yang diperlukan’ untuk konferensi pers bagi kedua manajer.

Meskipun ada gangguan, Klopp mampu mengatasi gol kontroversial yang dianulir tersebut.

Namun dia mengakui bahwa lebih merasa terganggu dengan penampilan buruk timnya setelah bermain imbang dengan Luton.

“Saya sudah melihat videonya dan menurut saya itu bukan handball. Bola mengenai dadanya terlebih dahulu dan itu cukup lama sebelum kami mencetak gol,” kata Klopp.

“Kami bisa membicarakannya tetapi saya lebih khawatir dengan level kami.”

“Kami harus lebih baik dan lebih agresif. Kami pantas kalah karena mereka memenangkan semua tantangan dan pertarungan yang menentukan,” tegasnya.

“Kami tidak cukup baik dalam bertahan untuk kebobolan tiga gol dan dua gol lagi dianulir.”

“Kami tidak boleh menyia-nyiakan peluang-peluang itu. Hasilnya tidak bagus dan performa kami tidak cukup bagus.”

“Saya tidak mau menerimanya. Saya ingin sekali mendapat satu poin, tapi saya akan mengatakan hal yang sama tentang cara kami bermain,” pungkasnya. (*)

Sumber: Jawapos

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos
Tags: Liga Europa

Recent Posts

Rumah Dibangun Tahun 1921 Jadi Saksi Bisu Sebelum Indonesia MerdekaRumah Dibangun Tahun 1921 Jadi Saksi Bisu Sebelum Indonesia Merdeka

Rumah Dibangun Tahun 1921 Jadi Saksi Bisu Sebelum Indonesia Merdeka

PAPAN demi papan dilepas perlahan. Genting-genting tua diturunkan dari atap yang mulai rapuh. Beberapa warga…

2 days ago

DLHK Papua Dorong Pengakuan Hutan Adat

Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DLHK) Provinsi Papua terus mendorong pengakuan dan penetapan hutan adat…

2 days ago

Kapolda: BKO Mabes Standby hingga Juli

Ia menjelaskan, keberadaan personel BKO masih diperlukan untuk mendukung upaya pemulihan keamanan pasca konflik yang…

2 days ago

Dari Dua Kasus, 4,2 Kg Ganja Dimusnahkan

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Frederickus W. A. Maclarimboen, melalui Kasat Resnarkoba Polresta Jayapura Kota,…

2 days ago

Gerayangi Murid, Oknum Guru Ngaji Diamankan Polisi

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga melalui Ps Kasi Humas Ipda Andre MSB dikonfirmasi membenarkan laporan…

2 days ago

Dua SPBU di Jayapura Diberi Sanksi

Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku menegaskan komitmennya dalam menjaga transparansi dan ketepatan penyaluran BBM…

2 days ago