Categories: SEPAKBOLA DUNIA

Belanda vs Turki, Laga Enerjik dengan Aroma Politik yang Kuat di Euro 2024

Masih ada Calhanoglu

Hasil meyakinkan kala menaklukkan Rumania membuat Ronald Koeman berat mengubah sebelas pemain pertamanya. Sebaliknya, dia akan menurunkan susunan starter sama dengan saat mengalahkan Rumania itu, termasuk Bart Verbruggen sebagai penjaga gawang dan Virgil van Dijk yang tetap di jantung pertahanan Oranye.

Tapi Koeman tak bisa menurunkan Steven Bergwijn yang cedera sewaktu melawan Rumania. Jeremie Frimpong atau Donyell Malen berkesempatan sama dalam mengisi posisi Bergwijn, untuk memimpin serangan dari sayap kanan bersama bek kanan Denzel Dumfries.

Gakpo dan ujung tombak Memphis Depay mustahil dipinggirkan Koeman. Sebaliknya, mereka akan dilengkapi kembali oleh kehadiran Xavi Simons dan Malen sebagai kuartet serang dalam formasi 4-2-3-1.

Tijjani Reijnders dan Jerdy Schouten menjadi jembatan antara lini belakang dan lini serang, yang akan bertarung dengan dua gelandang tengah Turki untuk mendominasi lapangan tengah. Walau agak mandul, Depay berkesempatan menyamai total 50 gol yang dibuat Robin van Persie untuk timnas Belanda, apalagi jika Belanda lanjut ke dua babak terakhir Euro edisi Jerman ini.

Sementara itu, Montella dipaksa berpikir keras untuk menentukan bentuk permainan tim karena tak bisa menurunkan tiga pemain kunci. Demiral, Orkun Kokcu, dan Ismail Yuksek.

Untungnya, dia bisa diperkuat kembali kapten yang sangat berpengaruh bagi tim, Hakan Calhanoglu. Dia tak lagi menjalani hukuman larangan bermain akibat akumulasi kartu.

Untuk pengisi bolong pertahanan yang ditinggalkan Demiral, Montella bisa mengajak Samet Akaydin menjadi starter yang melindungi kiper Mert Gunok, yang menjadi jaminan paten untuk mentahnya serangan Belanda.

Sementara itu, walau rawan mendapatkan kartu kuning kedua, duo remaja 19 tahun, Kenan Yildiz dan Arda Guler, menjadi pilihan utama Montella di sepertiga akhir lapangan, sebagai pengapit Calhanoglu untuk membentuk trio pelapis Berat Yilmaz di ujung tombak serangan. Okay Yokoslu dan Salih Ozcan menjadi poros ganda untuk pola bermain 4-2-3-1 yang dirangkul Turki.

Pemenang laga ini menghadapi Inggris atau Swiss dalam semifinal Kamis (11/7) di Signal Iduna Park, Dortmund. (*)

Sumber: Jawapos

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos
Tags: Euro 2024

Recent Posts

Disiplin dan Berintegritas Kunci Pelayanan Publik BerkualitasDisiplin dan Berintegritas Kunci Pelayanan Publik Berkualitas

Disiplin dan Berintegritas Kunci Pelayanan Publik Berkualitas

  Menurut Abisai, ASN merupakan ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, setiap pegawai dituntut untuk…

12 hours ago

Lomba Gerak Jalan HUT RI  Disambut Antusias 

   Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jayapura, Bobby Johanis Enos Awi,…

13 hours ago

Nelayan Hilang Ditemukan Meninggal Dunia

"Terkait dengan kondisi korban yang ditemukan dapat dikenali oleh pihak keluarga korban. Bukti fisik yang…

14 hours ago

Buka Diklat Calon Paskibraka, Gubernur Apolo Tekankan Disiplin dan Jiwa Kepemimpinan

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menegaskan pentingnya disiplin bagi para calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka…

15 hours ago

Penanganan Stunting Terus Digalakkan Melalui Gerakan Bersama

Bupati Markus O. Mansnembra, SH.,MM mengajak semua pihak memperkuat gerakan bersama untuk melakukan penanganan stunting…

23 hours ago

Lantai Jembatan Banyak Lubang, Terkesan Kumuh dengan Coretan dan Sampah

Setelah liburan panjang dan penerimaan murid baru, aktifitas anak-anak sekolah kembali ramai.  Arus lalu lintas…

1 day ago