Sementara itu, Ipswich hanya mampu menguasai bola sebesar 41 persen serta mencatatkan satu tendangan ke arah gawang dari enam percobaan.
Meskipun langkah mereka terhenti, perjalanan Ipswich di Piala Liga patut diapresiasi.
Harus mengawali dari ronde pertama dan berhasil mengalahkan tim-tim besar seperti Wolves untuk mencapai 16 besar.
Di sisi lain, pertandingan melawan Fulham menjadi laga yang tidak terlupakan bagi Elkan Baggott.
Pemain yang selalu menjadi pilihan Shin Tae-Yong untuk mengawal pertahanan timnas catatkan penampilan impresif bagi tim.
Mengawali laga dari bangku cadangan, Baggott mencetak satu-satunya gol bagi Ipswich.
Ini adalah laga yang berarti bagi Baggott sejak terakhir kali merumput di laga resmi.
Pertandingan internasional bersama Timnas Indonesia melawan Brunei (12/10) merupakan laga terakhir Baggott sebelum absen karena mengalami cedera.
Gugur di Piala Liga membuat Ipswich bisa mengalihkan fokus mereka ke kompetisi lain. Selain Piala FA, The Blues juga fokus untuk tampil impresif di liga supaya bisa tampil di Premier League musim depan.(*)
Sumber: Jawapos
Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…
Fenomena astronomi langka Blue Moon atau Bulan Biru diprediksi akan kembali terjadi dalam waktu dekat.…
Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X Jayapura berhasil mengungkap lima kasus tindak pidana narkotika jenis…
Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…
Harga tomat yang biasanya berada di kisaran normal kini menembus Rp 45.000 - 60.000 per…