Sementara itu, Ipswich hanya mampu menguasai bola sebesar 41 persen serta mencatatkan satu tendangan ke arah gawang dari enam percobaan.
Meskipun langkah mereka terhenti, perjalanan Ipswich di Piala Liga patut diapresiasi.
Harus mengawali dari ronde pertama dan berhasil mengalahkan tim-tim besar seperti Wolves untuk mencapai 16 besar.
Di sisi lain, pertandingan melawan Fulham menjadi laga yang tidak terlupakan bagi Elkan Baggott.
Pemain yang selalu menjadi pilihan Shin Tae-Yong untuk mengawal pertahanan timnas catatkan penampilan impresif bagi tim.
Mengawali laga dari bangku cadangan, Baggott mencetak satu-satunya gol bagi Ipswich.
Ini adalah laga yang berarti bagi Baggott sejak terakhir kali merumput di laga resmi.
Pertandingan internasional bersama Timnas Indonesia melawan Brunei (12/10) merupakan laga terakhir Baggott sebelum absen karena mengalami cedera.
Gugur di Piala Liga membuat Ipswich bisa mengalihkan fokus mereka ke kompetisi lain. Selain Piala FA, The Blues juga fokus untuk tampil impresif di liga supaya bisa tampil di Premier League musim depan.(*)
Sumber: Jawapos
Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari pemuda dan wirausaha pemula dari berbagai wilayah di…
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Jayawijaya kini dijabat oleh dr. Charles Manalagi, Sp.Og untuk periode…
Deivy menjelaskan, rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Keerom telah diawali dengan kegiatan pencanangan…
Utamanya adalah terkait karakter yang erat kaitannya dengan lingkungan dan pergaulan anak muda. Ondoporo Keray,…
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…