

Pesepak bola Timnas Indonesia Jens Raven (kanan) dan rekannya, Muhammad Kafiatur (kiri) berselebrasi usai membobol gawang Timnas Thailand. (ANTARA)
JAKARTA-Penyerang Timnas Indonesia U-20, Jens Raven, enggan mempermasalahkan perpindahan venue dari Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ke Stadion Madya. Dia berharap fans Garuda tetap memenuhi stadion selama Kualifikasi Piala Asia U-20 2025.
Timnas Indonesia U-20 menjadi salah satu negara yang dipercaya oleh AFC untuk menggelar Kualifikasi Piala Asia U-20 2025. Garuda Muda menjadi tuan rumah Grup F bersama Yaman, Maladewa, dan Timor Leste.
Berdasarkan jadwal, pasukan Indra Sjafri itu akan melakoni pertandingan perdana menghadapi Maladewa pada 25 September. Kemudian Timor Leste jadi lawan berikutnya di laga kedua pada 27 September, dan terakhir menghadapi Yaman pada 29 September mendatang.
Nah, seluruh pertandingan itu awalnya digelar di SUGBK. PSSI bahkan sampai sudah mengumumkan pembelian tiket dari hari pertama hingga terakhir.
Tidak dijelaskan alasan perpindahan tersebut. Tapi, Timnas Indonesia U-20 enggan mempermasalahkannya. Termasuk Jens Raven, pemain kelahiran Belanda yang jadi andakan Garuda Muda di lini depan.
“Tentu saja, sebuah kehormatan untuk bermain di Gelora Bung Karno. Tapi, mereka membutuhkan persiapan yang matang (untuk kualifikasi Piala Dunia 2026),” kata Jens Raven ditemui usai latihan di Stadion Madya GBK, Minggu (22/9) malam.
“Jadi, hal yang pantas untuk bermain di Stadion Madya, dan saya pikir ini adalah stadion yang bagus. Jika saya melihat lapangannya hari ini dipersiapkan dengan baik,” imbuh pemain Dordrecht U-21 ini.
Jens Raven pun mengutarakan harapannya dalam Kualifikasi Piala Asia U-20 2025. Dia berharap perpindahan venue tak menyurutkan semangat Garuda Fans atau suporter Timnas Indonesia untuk datang ke stadion.
“Jadi, saya siap untuk bermain di Stadion Madya dan berharap banyak suporter yang datang untuk menonton kami,” jelas Jens Raven.
Page: 1 2
Akar dari permasalahan ini dibongkar oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Dalam Rapat Kerja…
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura, Kombes Pol Rommy Sebastian, menjelaskan bahwa korban selamat bernama Agnes…
Di berbagai wilayah Papua, tantangan pendidikan masih menjadi perhatian, mulai dari keterbatasan akses pendidikan tinggi…
Dikatakan, untuk LPG 12 kg dijual dengan harga Rp 410.000. Sementara untuk LPG ukuran 5,5…
Media sosial Rabu (10/6) siang kemarin dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan menu…
Pejabat Sementara Kasubdit Patroli Polairud Polda Papua, AKP Wilston Latuasan, menegaskan bahwa menjaga kelestarian ekosistem…