

Manajer PSBS, Alex Yarangga (kiri) saat berfoto dengan pelatih kelala Divaldo Alves beberapa hari lalu. (foto:MO PSBS)
JAYAPURA – Manajer tim PSBS Biak, Alex Yarangga angkat suara terkait polemik penunggakan gaji pemain dan official tim.
Ia tak menampik isu tersebut. Menurutnya, manajemen sedikit mengalami masalah di awal musim sehingga terjadi keterlambatan dalam pembayaran gaji. “Untuk gaji pemain memang ada pergeseran gajian, mengingat pencairan dari beberapa sponsor di akhir bulan,” ungkap Alex kepada awak media, Selasa (18/11).
“Memang ada isu keterlambatan gaji, tapi kalau dihitung secara profesional itu dihitung secara hari kerja tapi yang terjadi kemarin mereka belum kerja kita sudah gaji ini yang agak sedikit keliru dari pemain dan official,” sambungnya.
Tapi ia pastikan bahwa manajemen akan menyelesaikan soal pembayaran gaji. Mengingat PSBS dalam waktu dekat akan melakukan MoU dengan sponsorship Bank Papua. “Kita akan upayakan semua diselesaikan. Untuk sponsorship dengan apparel ada RMB, kemudian Ulam Laut dan di akhir bulan ini kita penandatanganan MoU dengan Bank Papua,” ujarnya.
Ia menuturkan bahwa PSBS kedepan tidak ada lagi masalah dengan pembayaran gaji pemain. “Kalau melihat dari beberapa persiapan terakhir sebelum Bank Papua masuk kita ada sedikit kendala. Sudah ada kesepakatan dengan Bank Papua tinggal tunggu waktu saja,” pungkasnya. (eri/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kapala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso, S.Pd, M.Pd menyatakan pihaknya sudah melakukan pendataan kepada…
Pertamina Patra Niaga menjatuhkan sanksi tegas kepada SPBU 8499902 di kawasan SP2, Kabupaten Mimika, Papua…
Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Merauke Marwiah Ali…
Marthen mengatakan, aset Penjara Boven Digoel telah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya. Namun hingga…
Langkah strategis ini diambil sebagai respons langsung atas temuan dan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)…
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menyiapkan pengembangan cetak sawah baru seluas 1.000 hektar…