

PUNYA POTENSI: Iqbal Gwijanggae dkk akan terus dipertahankan oleh federasi agar mereka bisa memperkuat skuad Merah Putih di level yang lebih atas lagi. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
Indonesia U-17 masih punya peluang lolos ke babak 16 besar. Namun sangat tipis. Nasib mereka akan ditentukan saat laga pemungkas grup E dan F digelar hari ini.
Pelatih Indonesia U-17 Bima Sakti pasrah dengan nasibnya. Dia menyerahkan masa depannya sebagai pelatih kepada PSSI. Lantas, bagaimana respons pihak federasi?
”Nanti coach Bima bakal jadi bagian dari coaching staff Indra Sjafri,” kata Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Indra memang ditunjuk menjadi pelatih Indonesia U-20.
Indra Sjafri memastikan hal tersebut. Dia mengaku sudah melakukan komunikasi dengan PSSI. ”Saya sudah menerima tugas dari ketua umum PSSI untuk menangani Indonesia U-20 sampai 2027. Timnas ini nanti akan diisi anak-anak kelahiran 2006 dan 2007. Maksimal kelahiran 2005,” kata pelatih 60 tahun itu.
Dia bahkan sudah memberi pesan kepada pemain pascakalah 1-3 kontra Maroko U-17 (16/11). Erick tidak mau para pemain berkecil hati jika langkahnya terhenti.
”Saya bilang ke mereka, semua harus tetap berdiri karena kalian adalah masa depan sepak bola Indonesia,” kata pria yang juga menteri BUMN itu.
Selanjutnya, PSSI langsung berfokus ke ajang Piala Dunia U-20. ”Tahun 2025 ada Piala Dunia U-20, tentu kami ingin mempersiapkan tim dari sekarang,” tambahnya.
Para pemain Indonesia U-17 itulah yang bakal menjadi backbone. ”Dari tim U-17 ini mungkin ada lebih dari separo pemain yang berpotensi ke depan dan harus kami jaga. Jangan sampai dengan hasil di Piala Dunia U-17 ini, mereka jadi tidak berkembang. Tentu saja mereka harus kami bina untuk program jangka panjang,” jelas pria 53 tahun itu.
Meski hanya finis di posisi ketiga grup A, Erick tidak mau menyalahkan para pemain. Dia justru senang dengan perkembangan permainan tim besutan Bima Sakti itu.
”Sebenarnya ada peningkatan kalau kami bandingkan uji coba pertama di Bali. Lalu juga uji coba lainnya ada peningkatan. Tapi ya belum setara dengan Maroko yang (tim seniornya) ranking ke-13 dunia,” ujarnya.
Di sisi lain, Indonesia sudah dianggap sukses dalam sisi penyelenggaraan. Hal itu diungkapkan Head of Marketing & Commercial LOC FIFA World Cup U-17 2023 Marsal Masita. ”Sekadar info, per hari ini (kemarin) ada 400 ribu penonton yang sudah melihat Piala Dunia U-17 dari empat kota,” jelasnya. (gus/c19/ali)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Dalam pandangannya, kenaikan drastis ini melahirkan pertanyaan mendasar di benak publik: "Gaji hakim naik, rakyat…
“Untuk saat ini semua masih bisa terjadi. Pemain asing yang pasti kita sedang mencari. Tiga-tiganya…
Direktur Eksekutif POHR, Thomas Ch. Syufi, menegaskan bahwa karya tersebut bukan sekadar dokumenter biasa, melainkan…
Menurutnya, film Pesta Babi membuka ruang diskusi publik terkait persoalan besar yang selama ini dirasakan…
Sejak pukul 05.30 WIT panitia hari-hari besar Islam (PHBI) Provinsi Papua sudah mempersiapkan tempat di…
TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga lanjut Sebby mengancam akan terus melakukan patroli dan operasi terhadap…