

Pascal Struijk bersama Leeds United. Dia memiliki potensi besar membela Timnas Indonesia. (Instagram/@pascalstruijk)
JAKARTA– Pascal Struijk menjadi nama pemain Belanda terbaru yang berpeluang memperkuat Timnas Indonesia. Bek klub Championship Division (kasta kedua Liga Inggris) bersama Leeds United itu dilaporkan memiliki darah Indonesia yang mengalir dalam tubuhnya.
Nama Pascal Struijk ramai diperbincangkan setelah pemain berusia 25 tahun itu disebut dalam podcast sepak bola Belanda, Voetbal Primeur, saat membahas sejumlah pemain keturunan Indonesia yang berpeluang dinaturalisasi.
“Pascal Struijk adalah pemain yang luar biasa dan memiliki opsi untuk bermain bagi Indonesia,” ujar host siniar tersebut.
Namun kata ‘opsi’ yang dimaksud bukan berarti Pascal Struijk menyatakan minatnya untuk membela Timnas Indonesia atau dia diincar oleh pelatih Shin Tae-yong untuk dinaturalisasi, melainkan dirinya punya hak dan eligible atau bisa memperkuat skuad Garuda.
Khusus Pascal Struijk, dia diketahui memiliki garis keturunan dari kakek-nenek pihak ayahnya yang dilaporkan berasal dari Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia Belanda. Pemain yang bersangkutan pun pernah mengutarakan hal itu.
“Ya, dari kakek dan nenek saya yang meninggalkan Hindia Belanda (nama Indonesia dulu) ke Belanda. Saya punya koneksi dengan Indonesia, tapi kini saya lebih terlibat dengan Belanda dan Belgia,” kata Pascal Struijk.
“Orang-orang Indonesia tahu kalau saya punya darah Indonesia. Saya tidak tahu bagaimana mereka bisa tahu,” imbuhnya.
Hanya saja, sampai saat ini Pascal Struijk tak pernah buka suara lagi soal itu. Dia pun tak pernah juga menyatakan ketertarikannya untuk membela Timnas Indonesia.
Tapi, daripada terus penasaran siapa pemain tersebut, ada baiknya coba mengintip profil Pascal Struijk. Dia saat ini membela Leeds United di Championship 2024/2025.
Page: 1 2
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…