

PERCAYA DIRI LEBIH BAIK: Justin Hubner bersama timnas dalam sesi latiahn di Stadion Madya, Kompleks SUGBK, Jakarta, Senin (9/9). (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)
JAKARTA-Justin Hubner, defender tim nasional Indonesia, masih ingat kekalahan 0-4 oleh Australia dalam babak 16 besar Piala Asia 2023 Qatar. Saat itu Hubner menilai Garuda tidak memainkan permainan yang buruk dan cukup bisa mengimbangi The Socceroos –julukan timnas Australia .
Pesepak bola 20 tahun itu mengacu pada statistik pertandingan. Indonesia menguasai ball possession 48 persen berbanding 52 persen Australia. Skuad Merah Putih juga cukup agresif dalam melepaskan tembakan. Total ada 5 tembakan dengan 1 tepat sasaran. Sementara itu, The Socceroos melepaskan 7 tembakan dengan 4 tepat sasaran.
Namun, lanjut Hubner, Australia lebih efektif dalam menyerang. Empat gol ke gawang Ernando Ari Sutaryadi ketika itu masing-masing dicetak M. Boyle (45’), C. Goodwin (89’), H. Scouttar (90+1’), serta own goal Elkan Baggott (12’).
Hubner memastikan Garuda yang sekarang jauh berbeda dari timnas Indonesia yang dihadapi Australia pada 28 Januari lalu di Stadion Jassim bin Hamad, Doha, Qatar. Menurut dia, banyak hal yang membuat perbedaan itu nyata.
”Kami mengalami banyak perkembangan. Kami juga mendapatkan beberapa pemain baru yang datang ke tim ini. Jadi, level kami meningkat sangat pesat,” ujar mantan pemain Den Bosch U-17 itu dalam sesi konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, kemarin.
Hadirnya para pemain tersebut membuat Hubner yakin Indonesia bisa memetik poin penuh atas Australia malam ini. Sebab, dengan materi pada pertemuan sebelumnya di Doha, Indonesia cukup bisa meladeni The Socceroos.
”Saat itu, pada paro pertama pertandingan, kami sudah bermain dengan baik. Tapi, kami tidak bisa mencetak gol. Sekarang level kami sangat baik. Kami merasa baik. Dan, kami siap menghadapi Australia. Tidak ada yang kami takutkan,” tegas pemain dengan nama lengkap Justin Quincy Hubner tersebut.
Hubner pun menilai kondisinya saat ini jauh berbeda daripada saat pertemuan dengan The Socceroos di Doha. Meski hanya mendapatkan enam caps saat dipinjamkan ke Cerezo Osaka, kebugarannya meningkat drastis.
”Saya merasa pelatihan di sana lebih keras daripada Inggris. Banyak orang meremehkan sepak bola Jepang. Tapi, saya malah merasa di sana lebih bagus daripada sebagian klub di Eropa. Saya merasa lebih baik di sini dibandingkan sebelumnya. Badan saya terasa baik. Dan, saya siap untuk pertandingan besok (hari ini, Red),” ungkapnya.
Meski percaya diri, pemain Wolverhampton Wanderers itu tak lantas meremehkan The Socceroos. Menurut dia, Australia adalah negara yang sangat kuat. Tapi, bukan berarti Indonesia negara yang lemah. (fiq/c19/dio)
Pemain senior Persipura Jayapura, Yustinus Pae, mulai memberikan sinyal untuk mengakhiri karier profesionalnya sebagai pesepak…
Aksi pembubaran nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi oleh aparat TNI di sejumlah daerah…
Status bebas PMK ini menjadi modal penting bagi stabilitas pangan dan keamanan ibadah kurban di…
Revisi PP Nomor 54 Tahun 2004 tentang MRP ini dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat…
"Kami berpesan kepada seluruh jemaah, khususnya jemaah Papua, agar mampu mengatur ritme aktivitas selama di…
Kepala Distrik Sentani, Jeck Puraro menyerahkan Dana Desa atau Dana Kampung Tahap I Tahun Anggaran…