

Duel pemain Persipura Roni Beroperay bersama pemain Persewar Waropen Yudistira Mambrasar di Stadion Mandala Sabtu (1/10) lalu. Liga 2 akhirnya juga diliburkan selama dua pekan. (FOTO:ERIK/CEPOS)
JAYAPURA-Keputusan PSSI dan PT LIB untuk menghentikan lanjutan Kompetisi Liga 2 2022/2023 tidak hanya merugikan klub kontestan. Tapi yang paling berdampak adalah para pelaku sepak bola seperti pemain, pelatih dan official.
Apalagi banyak pemain, pelatih bahkan official sepenuhnya menggantungkan hidup pada dunia sepak bola tanah air. Sehingga mereka yang tidak memiliki pekerjaan lain atau sampingan tentu akan sangat merasakan dampak dari pemberhentian kompetisi Liga 2.
“Harusnya kompetisi tidak boleh dihentikan, banyak dari mereka sudah menjadikan sepak bola ini pekerjaan utama. Artinya kompetisi yang berhenti ini membuat banyak pengangguran,” ungkap pelatih Persewar Waropen, Eduard Ivakdalam saat ditemui di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu (14/1).
Legenda hidup Persipura Jayapura itu menuturkan bahwa banyak pemainnya yang tidak memiliki pekerjaan lain di luar dunia sepak bola. Sehingga keputusan PSSI dan PT LIB untuk menghentikan kompetisi Liga 2 sudah menutup mata pencaharian mereka dalam beberapa bulan kedepan.
“Mereka tentunya kesulitan untuk menghidupi keluarga mereka, pemain yang punya pekerjaan sampingan mungkin tidak akan begitu merasakan. Tapi bagaimana dengan pemain yang benar-benar menggantungkan hidupnya dengan sepak bola, ini pastinya akan terasa sangat berat,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Paitua Edu itu memastikan jika kompetisi benar-benar dihentikan, maka besar kemungkinan kompetisi Liga 2 format 2023/2024 akan kembali digelar pada pertengahan bahkan akhir tahun 2023. Sehingga dia khawatir dengan nasib para pemainnya bila klub nantinya dibubarkan.
“Kondisi ini akan membuat kevakuman pemain dan pelatih. Kompetisi Liga 2 selanjutnya masih panjang, karena kita akan tunggu sampai Liga 1 ini berakhir baru Liga 2 jalan. Ini situasi yang sangat sulit, klub juga sudah mengeluarkan uang yang sangat besar,” ucapnya.
Paitua Edu mengatakan bahwa harusnya PSSI bersama PT LIB bisa mempertimbangkan segala aspek sebelum mengambil keputusan untuk mengenghentikan kompetisi Liga 2 2022/2023.
“Apa yang diputuskan oleh PSSI dan PT LIB ini harus dipertanggungjawabkan, harus ada solusi. Bagaimana dengan nasib pemain dan klub-klub agar semua bisa menerima dengan baik, bukan seenaknya mengatakan bahwa Liga 2 berhenti,” pungkasnya. (eri/nat)
Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…
Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…
Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …
Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…