Categories: ALL SPORT

Menanti Perlawanan Francesco Bagnaia

JAKARTA – Francesco Bagnaia tertinggal 7 poin setelah Jorge Martin memenangi sprint race MotoGP Indonesia kemarin (14/10). Kudeta tersebut begitu menyakitkan bagi sang juara bertahan.

Apalagi, status Pecco- sapaan Bagnaia- adalah pembalap pabrikan. Tentu saja, dia akan melakukan apa saja di akhir musim ini untuk menyelamatkan gelar juaranya. Sekaligus wajahnya.

Untuk kali pertama sepanjang musim ini, pimpinan klasemen pembalap MotoGP berganti. Dari yang sebelumnya dikuasai juara bertahan Francesco Bagnaia menjadi milik rider Pramac Ducati Jorge Martin.

Kudeta itu terjadi setelah Martin sukses memenangi sprint race MotoGP untuk kali keempat berturut-turut di GP Indonesia. Start dari posisi keenam tidak membuat Martin kehilangan momentum untuk bertarung di barisan terdepan. Dengan agresif, dia melewati lawan-lawan di depannya dan finis sebagai juara.

’’Senang sekali. Rasanya luar biasa, seperti mimpi. Start posisi keenam tidak ideal. Tapi, aku sanggup menyalip banyak pembalap dari posisi sulit,’’ ucap Martin saat menemui awak media di press room Sirkuit Mandalika kemarin (14/10).

Dua pembalap VR46 Racing Ducati juga tampil hebat di balapan 13 lap itu. Luca Marini dan Marco Bezzecchi masing-masing mencuri podium kedua dan ketiga.

Bagi Martin, hasil tersebut sekaligus membuatnya resmi menguasai klasemen pembalap dari tangan Bagnaia. Tambahan maksimal 12 poin dari sprint race membuatnya surplus 7 angka (selengkapnya lihat grafis).

Bagnaia harus rela melorot ke peringkat kedua setelah hanya mendapat tambahan dua poin karena finis di urutan kedelapan pada sprint race pertama di Mandalika itu. ’’Aku benar-benar kesal,’’ ucap Bagnaia. Dia mengatakan itu untuk menggambarkan performanya yang buruk di Mandalika.

Gagal lolos kualifikasi kedua dan start dari posisi ke-13 adalah hasil terburuk yang diraih Bagnaia sepanjang musim ini di kualifikasi. ’’Tapi, aku masih optimistis. Musim masih sangat panjang. Gap tujuh poin dengan enam balapan tersisa. Perebutan juara dunia masih sangat terbuka,’’ jelas Bagnaia.

Dengan kondisi yang belum fit betul, tentu saja menjalani balapan 26 akan terasa berat. Bezzecchi terlihat mengompres bagian dada kanannya setelah balapan. Bagnaia harus memanfaatkan situasi itu

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Keluhkan Kecilnya DAU dan ASN yang Enggan Pindah

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…

1 day ago

Sanksi Jangan Berhenti di Administratif

Merespon terkait dengan itu, ​Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…

1 day ago

TNI Tak Gentar Ancaman OPM

Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…

2 days ago

Gubernur: Koreksi Total, Jangan Terulang Lagi!

  Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…

3 days ago

Utang Negara Capai Rp 10.000 Triliun

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…

3 days ago

Dana Otsus Bukan untuk Operasional dan Belanja Kantor!

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…

3 days ago