

Atlet Rugby Papua saat melakukan latihan di Stadion Mandala Jayapura beberapa pekan lalu. ( foto: Erik / Cepos)
JAYAPURA – Cabang olahraga Rugby Papua sukses mencatatkan sejarah pada Pekan Olahraga Nasional atau PON XIX Jawa Barat 2016 Silam. Kala itu Cabor Rugby yang masih dieksebisikan, Papua sukses mengawinkan dua medali emas putra/putri.
4 tahun telah berlalu, Rugby Papua kembali dijagokan sebagai kampiun dalam ajang PON XX 2021 Papua. Bermain di rumah sendiri, Rugby Papua kian memiliki kans besar untuk mengulang kisah manis di PON XIX Jawa Barat.
Apalagi secara persiapan, Rugby Papua memiliki durasi waktu paling panjang. Diketahui, Rugby Papua sudah mengawali latihan pasca PON XIX Jawa Barat. Bahkan di tengah Pandemi, Rugby Papua tetap intens menggenjot latihan demi mengharumkan nama baik Papua di rumah sendiri.
Optimisme Rugby Papua dalam mendulang medali emas mulai terlihat dalam agenda try out yang dilakukan di Yogyakarta dan Bali selama dua setengah bulan kemarin. Dalam laga uji coba, selain menghadapi klub Rugby di Pulau Jawa dan Bali. Rugby Papua juga mendapatkan kesempatan menjajal beberapa kontestan PON Papua seperti Yogyakarta, Bali dan Aceh.
“Sebenarnya ada 6 kontingen yang ingin melakukan uji coba dengan kami (Rugby Papua), tapi kami hanya ambil tiga saja, Yogyakarta, Bali dan Aceh. Karena kami anggap tiga tim itu sudah cukup untuk menjadi tolak ukur kami dan melihat kekurangan dalam tim yang akan dibenahi,” ungkap pelatih kepala Rugby Papua, George Deda kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Wisma Atlet Mandala Jayapura, Selasa (14/9).
Menurut Deda sapaan akrabnya, penampilan atletnya dalam beberapa uji coba yang mereka lakoni cukup menjanjikan dalam mencapai prestasi terbaik di PON XX.
“Dalam uji coba semua atlet menunjukan perkembangan yang baik, kami semua menang besar. Dari target latihan yang kita kerja seperti target yang dikasih oleh KONI, terutama target dasar, kemampuan dasar, dan dari target dasar itu kami sudah ukur kemampuan dari anak-anak di PON itu sudah di atas rata-rata,” ujar Deda.
“Tinggal bagaimana meningkatkan strategi bermain. Kami dapat banyak manfaat dari try out selama 2,5 bulan. Dan sisa waktu ini saya lebih banyak pada pembenahan strategi yang masih kurang, serta pemulihan atlet yang pemulihan cedera ringan,” sambungnya.
Menurut Deda, dengan sisa waktu dua pekan depan, ia akan lebih fokus dalam pembenahan strategi dan meninggalkan latihan fisik berat. Ia juga menuturkan, dalam try out yang mereka lakoni, tim Rugby Putri Papua menunjukan progres yang paling baik.
“Kalau saya ukur dengan target bermain kemarin, tim putri yang diragukan oleh KONI dan saya sendiri memperimbangkan dari mereka dengan tim putra, tapi justru mereka yang lebih bagus,” ucapnya.
“Tanpa mendahului kehendak Tuhan, kami percaya, bermain di negeri sendiri kami akan berbuat yang terbaik. Di Jawa Barat kami mengawinkan dua medali emas, dan PON kali ini kami juga akan berusaha untuk kembali mengawinkan dua medali emas,” pungkasnya. (eri/gin).
Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…
Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…
Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …
Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…