

PON 2021 Papua
JAYAPURA – Kabar baik, meski di tengah Pandemi Covid-19, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan venue yang tertuang dalam Inpres PON.
Per tanggal 31 Mei, beberapa progres venue yang dibangun menggunakan APBN hampir rampung. Arena Cricket dan Hockey indoor dan outdoor telah mencapai progres 99,41 persen yang dibangun di kawasan Doyo Baru, pembangunan Aquatic 94,76 persen, Istora 88,64 persen dibangun di Kampung Harapan.
Sementara untuk 3 venue dalam re-Inpres PON nomor 1 tahun 2020, seperti Arena Sepatu Roda, Panahan dan Dayung kini mencapai progres 12,24 persen.
Dan untuk penataan kawasan Kampung Harapan hingga kini mencapai 20,04 persen, penataan kawasan Doyo Baru 35,55 persen. Dari semua venue di atas, serta progres penataan kawasan menunjukan progres yang sangat baik, semua lebih cepat dari yang dijadwalkan.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana dan Permukiman Wilayah II Provinsi Papua, Anggoro Putro menyampaikan, untuk venue Aquatic, Cricket dan Hockey indoor dan outdoor saat ini tinggal menunggu sertifikasi dari federasi Internasional.
“Proses sertifikasi berstandar internasional ini belum dapat dihadirkan ke Papua karena kondisi Pembatasan Sosial di Papua yang menutup akses bandara,” ungkap Anggoro kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Minggu (31/5).
Total biaya pembangunan arena Cricket dan lapangan Hockey sebesar Rp 288 miliar oleh kontraktor PT Nindya Karya dan konsultan manajemen PT Bina Karya senilai Rp 4,9 miliar.
Sementara itu, Untuk arena akuatik yang dilengkapi fasilitas pool berstandar internasional saat diperkirakan selesai lebih cepat dari target semula selesai Juli 2020. Arena Akuatik Papua dibangun sesuai dengan Standar FINA dengan biaya APBN kontrak tahun jamak 2018-2020 senilai Rp 401 miliar.
Selain venue akuatik, di kawasan Olahraga Kampung Harapan juga dibangun Istora Papua Bangkit. Venue ini dibangun dengan dana Rp 278,57 miliar oleh kontraktor PT PP (Persero) Tbk dan konsultan manajemen PT Virama Karya senilai Rp 4,8 miliar.
Pembangunannya terus dikerjakan agar dapat selesai tepat waktu, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, protokol kesehatan, dan menyesuaikan kebijakan Pemerintah Pusat maupun Daerah.
“Semua berstandar International Federation dari setiap induk cabang olahraganya, yang jelas setiap venue juga sudah dilengkapi dengan sistem lighting sesuai dengan standar broadcast penyiaran terkini,” tandasnya.
Tak hanya venue yang menggunakan APBN, tapi venue melalui APBD Provinsi dan Kabupaten pun sampai saat ini juga menunjukan progres yang baik. Semua venue ditargetkan bisa ramping di tahun 2020. (eri/gin).
“Untuk saat ini semua masih bisa terjadi. Pemain asing yang pasti kita sedang mencari. Tiga-tiganya…
Direktur Eksekutif POHR, Thomas Ch. Syufi, menegaskan bahwa karya tersebut bukan sekadar dokumenter biasa, melainkan…
Menurutnya, film Pesta Babi membuka ruang diskusi publik terkait persoalan besar yang selama ini dirasakan…
Sejak pukul 05.30 WIT panitia hari-hari besar Islam (PHBI) Provinsi Papua sudah mempersiapkan tempat di…
TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga lanjut Sebby mengancam akan terus melakukan patroli dan operasi terhadap…
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan empat warga negara asing (WNA) asal China sebagai tersangka dalam kasus…