

JAYAPURA – Gelandang bertahan Borneo FC, Imanuel Wanggai tetap memilih bertahan di Kota Jayapura untuk menjaga dirinya dari penyebaran virus corona (Covid-19). Meski timnya, Kamis (19/3) kembali memulai latihan rutin, tapi pemain berusia 32 tahun itu tetap memilih menjauhkan diri dari wabah mematikan tersebut.
Pasalnya wabah yang bermula dari Wuhan China itu juga telah merambah ke Kota Samarinda. Total orang dalam pemantauan hingga Selasa berjumlah 210 orang.
“Situasi di Samarinda juga sudah ada pasien virus corona. Dan saya belum tahu kapan balik. Saya dengar informasi latihan tetap sore ini (rabu,red), dan saya tetap memilih tetap di Jayapura untuk kebaikan saya dan juga keluarga saya karena virus ini penyebarannya sangat cepat,” ungkap Manu sapaan akrabnya kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Rabu (18/3) siang kemarin.
Meski tak bergabung dalam latihan tim, tapi mantan pemain Mutiara Hitam itu tetap menjaga kondisi tubuhnya dengan melakukan olahraga dari rumah, sehingga saat kompetisi kembali digulir ia tetap dalam performa terbaik.
Diketahui PSSI dan Menpora telah sepakat untuk menunda kompetisi Liga 1 dan Liga 2 per Senin (16/3) hingga dua pekan kedepan. Namun penundaan kompetisi bisa saja berlanjut, tergantung perkembangan penanganan virus Covid-19.
“Saya tetap di Jayapura saja, untuk apa dapat uang jika nantinya tubuh kita sakit lebih baik amankan diri dulu,” tandasnya. (eri/gin).
Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…
IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…
Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…
Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…
Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…
Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…