

JAYAPURA- Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (BLiSPI) Provinsi Papua akan membuka kursus perwasitan lisensi C3 pada Juni 2019 nanti guna menambah SDM di bidang perwasitan sepak bola di tanah Papua.
“Ini merupakan program kerja kami, dalam kursus ini, kami juga akan mendatangkan instruktur dari Jakarta,” ungkap Koordinator Wasit BLiSPI Papua, Maikel kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Stadion Mandala Jayapura, Kamis (14/3) kemarin.
Maikel mengatakan, kursus yang akan dibuka Juni nanti terbuka bagi umum dan tanpa batas kuota.
“Kursus C3 ini kita berikan kesempatan untuk seluruh calon wasit kita dari kabupaten dan kota, termasuk teman-teman kita yang ada di klub sepak bola ini yang usia muda masih kita tunggu,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, pendaftaran ini tidak memandang latar belakang profesi calon peserta tersebut. Ia hanya mengharapkan, agar para peserta merupakan tanlenta-talenta muda Papua.
“Untuk kuotanya tidak terbatas, persyaratan peserta harus punya Ijazah dan usia tidak 17 tahun sudah bisa, karena teman-teman wasit kita yang ada di Indonesia usai muda juga banyak,” jelasnya.
Dirinya berharap agar kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak muda Papua. Pasalnya, Asprov PSSI Papua juga sangat minim dengan SDM wasit.
Maikel menambahkan, untuk kursus lisensi wasit C3 ini hanya bisa memimpin pertandingan tingkat daerah.
“C3 untuk memimpin pertandingan tingkat daerah, seperti kompetisi lokal Divisi Utama Persipura. Kalau untuk Liga 3 dan Liga 2 belum bisa, karena itu harus C1,” pungkasnya.(eri/tho)
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…