Categories: OLAHRAGA

Persewar Ingin Mandala Tetap Angker

JAYAPURA – Stadion Mandala Jayapura menjadi saksi sejarah sepak bola di Bumi Cenderawasih, Papua. Banyak pemain handal Papua muncul dari Stadion berkapasitas 20 ribu penonton itu.

 

Namun pada musim kompetisi Liga 2 musim ini, Persipura Jayapura justru angkat kaki dari rumah yang penuh history itu. Persipura memilih hijrah ke Stadion Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura. Stadion yang begitu megah.

Memilih Stadion Lukas Enembe sebagai home base tak lantas membuat Stadion Mandala Jayapura lowong. Tim Persewar Waropen yang juga merupakan kontestan Liga musim ini memilih menggunakan Stadion Mandala sebagai rumah mereka.

Sosok Eduard Ivakdalam yang diplot sebagai juru taktik klub berjuluk Mutiara Bakau itu merupakan salah satu legenda hidup Persipura yang sudah mendarah daging dengan Stadion Mandala. Sudah banyak prestasi yang dia ukir di atas rumput Stadion Mandala.

Paitua sapaan akrabnya pernah juara bersama Persipura kala menjadi pemain. Dan yang paling prestisius ketika mengantarkan sepak bola Papua menjadi kampiun PON XX 2021 silam.

Harapan yang sama kembali dipanjatkan oleh coach Edu bersama Persewar Waropen. Ia berharap tuah Stadion Mandala Jayapura bisa mengantarkan Persewar mencapai targetnya musim ini.

“ini sesuatu yang menarik, Persipura sendiri lebih memilih Stadion Lukas Enembe dan mungkin mau mencatatkan sejarah di sana. Tapi sejarahnya Persipura ada di sini (Mandala),” ungkap coach Edu kepada Cenderawasih Pos ketika ditemui di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu (9/7) kemarin.

“Saya tidak mau tinggalkan history yang sudah terjadi di tanah Papua. Saya mau orang tetap mengenang itu, dan kini Persewar main di sini. Dan ini motivasi bagi kita, semangat baru bagi Persewar,” ujarnya.

Edu yang kini mengantongi lisensi A AFC itu juga menuturkan, Stadion Mandala harus tetap angker bagi tim lawan agar bisa memuluskan langkah Persewar menuju singgasana.

“Saya harus belajar menjinakan lapangan sebelum kami bermain. Saya dan Persewar akan membuat sejarah di Stadion Mandala dan semoga Stadion ini tetap menjadi angker bagi  siapapun lawan yang akan datang menghadapi Persewar nanti,” harapannya.

Selain ingin mengukir tinta emas, alasan lain mereka terpaksa memilih Stadion Mandala, lantaran Stadion Marora di Serui tidak lagi begitu terurus pasca ditinggal oleh Perseru Serui. Begitu juga Stadion Cenderawasih di Biak yang digunakan oleh PSBS Biak yang juga bermain pada liga 2.

“Saya kira memang kita Persewar Waropen sendiri sudah ada di liga 2 dan terkendala stadion, di Serui sendiri begitu Perseru tidak aktif sudah tidak terawat. Dan manajemen sudah mengambil keputusan home base di Jayapura,” pungkasnya. (eri/wen)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PERSEWAR

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

5 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

6 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

7 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

8 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

9 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

10 hours ago