Categories: OLAHRAGA

Muhammad Tahir ke Timnas

Muhammad Tahir (FOTO: Erik / Cepos)

Persipura Jayapura

JAYAPURA – Gelandang bertahan Persipura Jayapura, Muhammad Tahir menjadi satu-satunya pemain Persipura yang dipanggil untuk bergabung dalam Tim Nasional Indonesia besutan pelatih Shin Tae Yong untuk menjalani pemusatan latihan (TC) di Jakarta, 9 – 16 Februari.

Muhammad Tahir masuk dalam daftar 34 pemain yang akan menjalani TC tersebut. Tahur sendiri diajdwalkan bergabung bersama rekan-rekannya di Jakarta pada 13 Februari besok.

Ia mengaku jika dirinya telah mendapatkan surat resmi dari PSSI terkait pemanggilannya itu. “Isyaallah, mungkin jika tidak ada halangan tanggal 13 saya bergabung. Dan alhamdulillah saya merasa bangga dan bersyukur panggilan ke Timnas,” ungkap Tahir kepada Cenderawasih Pos via telepon selulernya, Selasa (11/2) siang kemarin.

Sementara itu, pelatih Persipura Jayapura, Jacksen Tiago kini tak merasa keberatan jika ada pemainnya yang dipanggil untuk memperkuat tim nasional Indonesia. Asalkan, kata Jacksen pemanggilan tersebut untuk agenda FIFA.

Jika sebelumnya ia menolak pemainnya dipanggil ke timnas Indonesia yang dilatih pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-Yong, kini ia mengaku akan melepas pemainnya jika agenda tersebut tidak menganggu persiapan timnya yang tengah fokus menyambut kompetisi Liga 1 2020.

“Yang jelas kita dalam masa persiapan tim, dan saya sebagai pelatih sebenarnya sangat keberatan kalau TC jangka panjang. Tapi kalau pemain dipanggil untuk uji coba atau agenda FIFA tidak ada masalah, kita tetap memberikan apresiasi tinggi. Tapi kalau persiapan dan pemanggilan yang bukan agenda FIFA itu saya sangat keberatan,” ungkap Jacksen.

Menurut pelatih asal Brasil itu, pemanggilan pemain ke timnas Indonesia disaat kompetisi hendak digelar adalah sebuah keputusan yang tidak bijak. Apalagi, pemanggilan pemain ke timnas Indonesia di saat yang tepat seperti sekarang ini menurutnya akan berdampak negatif pada klub kontestan Liga 1 2020 yang membiayai si pemain.

“Bukan soal strategi, tapi karena ini adalah pre season dan kita sedang membekali para pemain untuk kompetisi, sehingga di masa pre season ini pemanggilan pemain sangat tidak bijak. Kalau pemain itu dipanggil untuk masuk dalam TC dan arahnya tidak jelas saya rasa tidak bermanfaat untuk tim yang membiayai si pemain,” ujarnya.

Pelatih berbadan gumpal itu meminta kepada PSSI dan timnas Indonesia untuk saling berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak klub yang pemainnya dipanggil, agar tak ada lagi kerugian yang dialami klub seperti di musim lalu.

“Jadi kami minta si pemain, federasi dan timnas berkomunikasi dan berkoordinasi dengan baik, jangan seperti musim kemarin tiba-tiba pemain kami pergi dan ke timnas. Itu yang mau dirubah oleh timnas dan federasi dan saya rasa komunikasi antara timnas, pemain dan klub harus bagus, demi kebaikan kita bersama,” tandasnya. (eri/gin).

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

2 days ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

2 days ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

2 days ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

2 days ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

2 days ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

2 days ago