

Sepak Bola PON Disarankan Tanpa Pemain Profesional
JAYAPURA-Anggota Exco PSSI Papua, Nico Dimo tidak setuju terkait wacana regulasi yang dikeluarkan oleh PSSI Pusat mengenai penggunaan 5 pemain profesional di masing-masing kontingen sepak bola yang akan bertanding pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, Tahun 2020 mendatang.
Namun mantan penjaga gawang Persipura Jayapura era 80-an itu menilai, regulasi mengenai 5 pemain profesioanl yang dikeluarkan oleh PSSI Pusat itu lebih baik ditiadakan untuk meningkatkan pembinaan sepak bola di masing-masing daerah.
“Perlu kita ingatkan bahwa sepak bola yang dimainkan pada PON dilaksanakan dalam 4 tahun sekali, di mana skala prioritasnya kita ingin menonjolkan hasil pembinaan yang dilakukan di daerah ini,” ungkap Nico Dimo kepada Cenderawasih Pos via telepon selulernya, Minggu (6/10).
Dikatakan Nico Dimo, tanpa pemain profesional pun pelaksanaan cabang olahraga sepakbola PON justru menarik. Pasalnya, kesempatan itu menjadi peluang emas bagi generasi pemain muda.
Jika PSSI Pusat masih terus saja melakukan orientasi pemikirannya kepada keterlibatan pada pesta PON khusus sepakbola dengan melibatkan pemain profesional, pertanyaannya apa yang mau dikejar? Apakah tim juara karena tampilnya pemain profesional atau juara karena pembinaan yang baik yang mampu dimunculkan oleh tiap provinsi.(eri/tho)
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…