“Kami perketat pengawasan. Begitu ada tanda-tanda awal risiko kardiovaskular, langsung ditangani. Tujuannya agar pasien tidak sampai masuk rumah sakit,” tegas Budi. Selain pengobatan, Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya pencegahan berbasis populasi. Edukasi publik mengenai pembatasan konsumsi gula, peningkatan aktivitas fisik, serta pemeriksaan kesehatan berkala dinilai menjadi kunci menekan laju peningkatan kasus.
Tanpa intervensi komprehensif, lonjakan diabetes dikhawatirkan akan meningkatkan beban pembiayaan kesehatan nasional dan menurunkan produktivitas masyarakat usia kerja. Pemerintah berharap, melalui integrasi program skrining, penguatan layanan primer, serta perubahan perilaku masyarakat, tren peningkatan diabetes di Indonesia dapat dikendalikan. Kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan sejak dini dan mengadopsi gaya hidup sehat menjadi faktor penentu keberhasilan upaya tersebut. (shf/fir)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Haris menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil pemerintah tentu mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas. Karena itu,…
Berdasarkan hasil evaluasi dan pendampingan di lapangan, salah satu pola utama pemicu kenakalan remaja ini…
Wakil Bupati Jayapura, Haris R. Yocku, meminta seluruh petugas Sensus Ekonomi 2026 untuk menjaga kesehatan,…
–Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua akan menggencarkan penyuluhan bahaya narkotika dan zat adiktif lainnya di…
Pemerintah Kota Jayapura terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas daerah demi kesejahteraan masyarakat. Wakil Walikota Jayapura,…
Pelakunya sendiri tak lagi muda, seorang pria berusia 53 tahun dengan inisial YA. Namun perjalanan…