

Pasangan capres-cawapres Koalisi Perubahan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) mengumumkan Tim Nasional (Timnas) Pemenangan AMIN. (Takzia Royyan/ JawaPos.com)
JAKARTA-Pasangan capres-cawapres Koalisi Perubahan Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar resmi mengumumkan formasi Tim Nasional (Timnas) Pemenenangan Anies-Muhaimin (AMIN). Formasi tim diisi oleh orang dari berbagai latar belakang mulai dari pengusaha, tokoh sepak bola, hingga ulama.
Dipimpin eks Kabasarnas Muhammad Syaugi Alaydrus, Anies mengatakan bahwa formasi timnas pemenangannya memiliki latar belakang yang bukan kaleng-kaleng. Dimulai dari kaptennya, Anies memaparkan bahwa Syaugi memiliki rekam jejak yang mengagumkan.
“Beliau adalah purnawirawan TNI AU, peraih Adhi Makayasa, penerima anugerah Bintang Dharma. Asli Malang dan lulusan Akademi AU 1984,” jelas Anies kepada wartawan, Selasa (14/11).
“Selain itu beliau juga pernah jadi seorang pilot jet tempur F-16 Fighting Falcon dengan 2.000 jam pengalaman terbang dengan F16,” terang Anies.
1. Sudirman Said (Co-captain)/Ketua Harian
– Aktivis antikorupsi
– Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (2014-2016)
– Salah satu pendiri MTI (Masyarakat Transparansi Indonesia)
– Pejuang kemanusiaan, salah satu pimpinan rekonstruksi tsunami Aceh dan mantan sekjen PMI
– Asli Brebes, Jawa Tengah
2. Thomas Trikasih Lembong (Co-captain)
– Ekonom senior Indonesia
– Lulusan dari Harvard University, Amerika Serikat
– Seorang profesional yang malang melintang di bisnis banking dan investment, baik dalam dan luar negeri
– Mantan Menteri Perdagangan RI (2015-2016) dan mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal RI (2016-2019)
Penolakan diambil setelah daging ayam tersebut terbukti tidak layak konsumsi akibat tingkat cemaran mikroba yang…
Menerima laporan adanya perkelahian antar 2 kelompk warga di Gudang Arang tersebut, Patroli Ramadan langsung…
Menurut Philemon, Papua memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama di sektor perikanan dan…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Narkoba Iptu Jan B Saragih, SH, membenarkan adanya penyerahan narkotika yang…
Kepala Sekretariat Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan catatan yang disampaikan berkaitan dengan…
Studi banding ke Raja Ampat dinilai sangat tepat, karena dinilai memiliki banyak kesamaan, baik dari…