Menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDI), penggunaan krim mengandung steroid tanpa pengawasan medis dapat menyebabkan penipisan kulit (skin atrophy), jerawat steroid, kemerahan dan iritasi, ketergantungan kulit terhadap krim, dan risiko infeksi akibat skin barrier rusak.
Pengalaman Desty menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak sembarangan menggunakan krim wajah tanpa resep dokter.Krim murah beretiket biru yang beredar bebas bisa mengandung bahan berbahaya seperti steroid.
“Pesan saya, jangan gunakan krim etiket biru dalam jangka panjang tanpa konsultasi rutin ke dokter. Kita nggak pernah tahu apa kandungannya,” tutup Desty. (net/nur)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Danrem 172/ PWY Brigjen TNI. Robby Suryadi untuk upaya pengejaran tentunya ada upaya yang dilakukan…
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan sejak beberapa hari terakhir, keberadaan kabut asap tebal akibat…
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Merauke Rudi, mengatakan, kedua survivor ditemukan setelah Tim…
Departemen Keadilan dan Perdamaian (DKP) Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua menyatakan dukungan…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, sejumlah ruas jalan saat ini tengah dikerjakan untuk membuka…
Penegasan tersebut disampaikan Kepala BTNW Acha Anis Sokoy untuk meluruskan persepsi masyarakat mengenai lokasi sejumlah…