Menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDI), penggunaan krim mengandung steroid tanpa pengawasan medis dapat menyebabkan penipisan kulit (skin atrophy), jerawat steroid, kemerahan dan iritasi, ketergantungan kulit terhadap krim, dan risiko infeksi akibat skin barrier rusak.
Pengalaman Desty menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak sembarangan menggunakan krim wajah tanpa resep dokter.Krim murah beretiket biru yang beredar bebas bisa mengandung bahan berbahaya seperti steroid.
“Pesan saya, jangan gunakan krim etiket biru dalam jangka panjang tanpa konsultasi rutin ke dokter. Kita nggak pernah tahu apa kandungannya,” tutup Desty. (net/nur)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…
“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…
“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…
Meski dana Otsus terus mengalami peningkatan signifikan secara nominal, narasi kegagalan dalam menyejahterakan Orang Asli…
Suara Perempuan Papua Bersatu menggelar mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kamis (30/4). Sejumlah aspirasi dari…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bersama-sama mengimbau…