Categories: NASIONAL

Ternyata Bukan dari Tepung Ubi, Pakar IPB Sebut Tepung Jagung

“Biasanya menggunakan pompa dan selang. Karena yang digunakan adalah air dan tepung tersebut sehingga menjadi berat, yang menyebabkan semprotan api tersebut tidak terganggu oleh angin dan sesuai sasaran yang dituju,” jelas Bambang.

Bambang mengatakan, dirinya tidak mengetahui secara pasti penggunaan tepung berbahan dasar singkong dalam inovasi pemadaman karhutla. Namun, penggunaan tepung jagung telah pernah diuji dan bahkan menjadi bagian dari penelitian mahasiswa S1 yang dibimbingnya.

Ia menyebut penggunaan material tersebut memiliki kelebihan karena tidak hanya membantu proses pemadaman, tetapi juga berpotensi mencegah bara kembali aktif setelah api di permukaan berhasil dipadamkan. “Plusnya akan membantu pemadaman dan mencegah bara api untuk kembali beraksi,” kata Bambang.

Meski demikian, teknologi tersebut memiliki sejumlah kendala. Salah satunya adalah biaya pengadaan yang relatif mahal. Selain itu, takaran campuran juga harus diperhitungkan dengan tepat karena konsentrasi yang terlalu tinggi justru dapat menghambat proses pemadaman.

“Minusnya, biaya untuk pengadaannya lumayan agak mahal. Bila volume atau dosis penggunaannya tidak tepat maka kegiatan pemadaman terhambat,” jelasnya. Terkait kemungkinan teknologi tersebut digunakan untuk menangani karhutla di Sumatera, Bambang menilai hal itu memungkinkan. Namun, penerapannya bergantung pada ketersediaan anggaran dan pasokan material.

“Bisa saja, selama tersedia dana yang cukup. Karena stoknya harus diimpor dari luar negeri,” tegas Bambang.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta agar teknologi tepung pemadam api berbahan ubi atau singkong tersebut diuji coba dalam skala besar. Prabowo bahkan membayangkan teknologi itu dapat digunakan dalam operasi pemadaman melalui helikopter.Prabowo juga meminta dilakukan pengujian untuk mengetahui efektivitas penggunaan tepung tersebut jika diterapkan dalam operasi water bombing menggunakan helikopter.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Papua Dibayang-bayangi El Nino Hingga Tahun 2027Papua Dibayang-bayangi El Nino Hingga Tahun 2027

Papua Dibayang-bayangi El Nino Hingga Tahun 2027

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menerbitkan peringatan dini terkait ancaman kekeringan…

1 day ago

Seminggu Berlalu, Nasib 9 Wanita yang Diculik Belum Diketahui

Insiden yang terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026 tersebut berawal dari penyerangan pos keamanan di…

1 day ago

Ribuan ​Artefak dan Dokumen Bersejarah Papua dari Belanda Dipulangkan

​Penandatanganan nota kesepahaman yang sarat nilai historis tersebut berlangsung secara khidmat pada Sabtu, 22 Agustus…

1 day ago

Gara-gara Asap, Pasien Sempat Dievakuasi

Selama sepekan terakhir, wilayah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sempat dikepung asap tebal akibat kebakaran hutan…

2 days ago

Libatkan 9 Dokter, Langkah Pertama Buat Saluran Pembuangan Feses

Mereka juga membawa boneka serupa yang diberikan oleh Direktur Utama RSUP Dr Kariadi, Agus Akhmadi.…

2 days ago

DPR Siap Terima Aspirasi Massa AMPB

Puan mengharapkan aksi demonstrasi itu tidak menimbulkan kericuhan. Lebih baik, menurut dia, peserta demonstrasi juga…

2 days ago