Categories: NASIONAL

Meksiko Bergejolak, BNN Waspadai Pergerakan Bandar Narkoba Internasional

JAKARTA – Kerusuhan yang terjadi di Meksiko menjadi atensi Badan Narkotika Nasional (BNN). Meski situasi keamanan salah satu negara penyuplai narkoba untuk jaringan internasional itu sedang terganggu, BNN tetap waspada terhadap pergerakan para bandar. Khususnya yang berjejaring dengan jaringan internasional di luar negeri.

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menyampaikan bahwa situasi di Meksiko memang sedikit banyak akan berpengaruh terhadap rantai pasok narkoba di Indonesia. Dia menyatakan bahwa para bandar di Indonesia bisa jadi mencari alternatif lain untuk terus menyuplai barang haram tersebut meski keadaan di Meksiko sedang panas.

”Para bandar di Indonesia rantai pasoknya akan tetap mencari alternatif yang paling ekonomis dan aman untuk mencoba mensuplai narkotika menuju pasar Indonesia,” ungkap dia pada Selasa (24/2).

Suyudi pun membeber kepala tiga rantai pasok utama bagi bandar narkoba di Indonesia. Yakni Golden Triangle, Golden Crescent, dan Golden Peacock. Golden Triangle melibatkan jaringan di Myanmar, Thailand utara, dan Laos utara. Jaringan itu merupakan salah satu sumber utama produksi narkoba sintetis, terutama metamfetamin atau sabu di Asia Tenggara.

Sementara Golden Crescent meliputi Afghanistan, Iran, serta Pakistan adalah lokasi utama global untuk produksi opium dan heroin. Terakhi jaringan Golden Peacock yang terkait dengan peredaran narkoba dari wilayah Amerika Selatan, khususnya Brasil dan Meksiko untuk narkoba jenis kokain dan sabu.

”Badan Narkotika Nasional secara aktif membongkar sindikat-sindikat ini, yang memanfaatkan berbagai modus operandi dan jalur penyelundupan, terutama melalui jalur laut,” terang dia.

Jenderal bintang tiga Polri itu pun memastikan, pihaknya telah mengidentifikasi jaringan Kartel Sinaloa dari Meksiko sebagai ancaman. BNN juga mengonfirmasi adanya penyelundupan narkotika yang terkait dengan jaringan tersebut ke Indonesia.

”Rantai pasokannya melibatkan rute internasional yang kompleks, sering kali melalui jalur laut,” ujarnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Gencarkan Pemetaan JABI, Masyarakat Diminta Tidak Lepasliarkan Ikan Asing

Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…

10 hours ago

Tiga Penyakit Mematikan Ancam Warga Papua

Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…

14 hours ago

Ratusan Bangunan dan Kendaraan Terbakar

   Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…

15 hours ago

17 Tersangka Diproses, 2 Lainnya Diselesaikan Lewat RJ

Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…

16 hours ago

TNI Bantah Terlibat Ledakan di Halaman Gereja

Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…

17 hours ago

Bupati Intan Jaya Minta TNI/Polri dan TPNPB Tidak Korbankan Warga Sipil

Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…

18 hours ago