Sementara itu, EBSCO Research menjelaskan bahwa Santa Claus sejatinya merupakan hasil percampuran berbagai pengaruh, mulai dari legenda keagamaan, tradisi rakyat Eropa, hingga budaya populer modern. Karakter ini tidak hanya dipandang sebagai pembawa hadiah, tetapi juga simbol nilai kebajikan, keceriaan, dan semangat berbagi yang melekat pada perayaan Natal.
Kajian akademik dari University of Queensland turut menegaskan bahwa evolusi Santa Claus mencerminkan perubahan sosial dan budaya masyarakat di setiap zamannya. Dari seorang tokoh religius pada abad ke-4 hingga ikon global yang dikenal lintas negara, Santa Claus menjadi contoh bagaimana sebuah legenda mampu bertahan dan terus hidup melalui adaptasi budaya.(*/jawapos)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Rumah yang dipindahkan umumnya berupa rumah panggung berbahan kayu. Bangunan ini dirancang tanpa menggunakan paku,…
Selain berfungsi sebagai alat pemantauan, pemasangan CCTV juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam mencegah meningkatnya…
Dari hasil pengawasan, kosmetik tanpa izin edar alias ilegal menjadi yang paling banyak ditemukan di…
Wakil Gubernur Papua Aryoko AF Rumaropen di Jayapura, Sabtu, mengatakan RPJMD merupakan dokumen strategis yang…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH , MH menyatakan hari ini bisa dilihat bersama panen ubi…
Ribuan umat Katolik, biarawan, dan biarawati dari empat dekanat di dua provinsi Papua dan Papua…