Sementara itu, EBSCO Research menjelaskan bahwa Santa Claus sejatinya merupakan hasil percampuran berbagai pengaruh, mulai dari legenda keagamaan, tradisi rakyat Eropa, hingga budaya populer modern. Karakter ini tidak hanya dipandang sebagai pembawa hadiah, tetapi juga simbol nilai kebajikan, keceriaan, dan semangat berbagi yang melekat pada perayaan Natal.
Kajian akademik dari University of Queensland turut menegaskan bahwa evolusi Santa Claus mencerminkan perubahan sosial dan budaya masyarakat di setiap zamannya. Dari seorang tokoh religius pada abad ke-4 hingga ikon global yang dikenal lintas negara, Santa Claus menjadi contoh bagaimana sebuah legenda mampu bertahan dan terus hidup melalui adaptasi budaya.(*/jawapos)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Tim Sapu Bersih Penyalahgunaan Migas Provinsi Papua menemukan sejumlah indikasi penyalahgunaan dalam penyaluran BBM bersubsidi…
Persipura bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Mutiara Hitam sebelumnya menjadi salah satu kandidat…
Pembatasan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 19 Tahun 2026…
Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dinas Kominfo Provinsi Papua, Thomas Sibi, menjelaskan bahwa…
Audiensi tersebut membahas sejumlah persoalan pertanahan yang terjadi di Papua, termasuk perkembangan penanganan…
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Keerom, Linus Pasarang, yang membuka kegiatan menegaskan pentingnya penguatan…