Ia pun menyatakan, aksi kemarahan itu tidak menimbulkan terjadinya perusakan fasilitas, tidak ada kekerasan fisik terhadap pihak manapun, serta situasi tetap dapat dikendalikan. Sehingga, framing bahwa kejadian tersebut sebagai “keributan besar” atau tindakan anarkis adalah tidak tepat dan berlebihan.
Gardian menekankan, pihaknya tidak sedang melawan program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut, tetapi mendesak adanya kepastian kebijakan, perlindungan investasi, dan penyelesaian yang adil.”Kami tidak sedang melawan program pemerintah. Kami justru ingin program ini berhasil. Namun keberhasilan itu harus ditopang oleh kepastian, keadilan, dan konsistensi kebijakan,” pungkasnya. (*/JawaPos.com)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Pertamina Patra Niaga mengungkap alasan di balik kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis…
"KTT ASEAN dengan Rusia? Ya di Kazan ya, tanggal 17," kata Havas di Kompleks Istana…
Berdasar laporan yang diterima oleh Komjen Ramdani, lebih dari 90 persen kejahatan jalanan, insiden, dan…
Ia merupakan striker yang membunuh mimpi Persipura pada partai penentu lolos tidaknya kedua tim melaju…
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menilai RSUP Jayapura telah menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, nyaman,…
Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Merna Cinthia, didampingi hakim anggota Irfan Amos Sampe…