

JAKARTA – Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan menilai wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto, tidak layak. Perwakilan koalisi, Wira Dika Orizha Piliang, menegaskan tidak semua mantan presiden pantas menerima gelar pahlawan, jika melihat rekam jejak terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.
Ia menanggapi pernyataan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang menyebut pemberian gelar pahlawan bagi mantan presiden sebagai hal wajar.
“Argumen tersebut kami nilai lemah dan tidak memiliki dasar yang kuat. Tidak semua presiden layak diberikan gelar pahlawan,” kata Wira dalam diskusi publik di Jakarta, Rabu (5/11).
Menurutnya, logika tersebut berpotensi menimbulkan preseden buruk di masa depan. “Apakah nanti Presiden Jokowi juga akan otomatis dianggap layak mendapat gelar pahlawan? Ini akan menjadi perdebatan panjang bila logika yang sama diterapkan,” tambahnya.
Wira menjelaskan, langkah pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto dapat dimaknai sebagai bentuk pemutihan sejarah kelam terhadap rezim Orde Baru.
“Upaya ini jelas merupakan pengaturan kejahatan oleh negara dan bagian dari upaya memutihkan sejarah kelam yang dilakukan rezim otoritarian di masa pemerintahan Orde Baru,” ujarnya.
Ia menyebut, masa pemerintahan Soeharto diwarnai dengan berbagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM), termasuk kasus penculikan aktivis menjelang reformasi pada 1998. Selain itu, Soeharto juga disebut sebagai simbol dari korupsi sistemik yang merusak tatanan negara.
“Selain menjadi simbol kekuasaan yang bengis, Soeharto juga merupakan simbol korupsi sistemik yang mengakar selama Orde Baru,” ujar Wira.
Page: 1 2
Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…
Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…
Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…
Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…
Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…