Categories: NASIONAL

Sekitar 30 Keluarga Berharap Dapat Bantuan Rumah

Saat ini Masih Tinggal di Barak Penampungan Sementara

SENTANI- Sekitar 30-an keluarga  yang ada di Distrik Demta,  yang merupakan korban bencana banjir bandang pada Maret tahun 2019 lalu,  sampai saat ini masih menempati barak yang dibangun oleh pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Salah satu warga Demta, yang juga pegawai di Distrik Demta, Yohan Diawoitauw mengatakan, pasca kejadian,  Pemerintah Kabupaten Jayapura langsung menangani warga yang terkena dampak dengan membangun sejumlah barak penampungan sementara untuk ditempati oleh para korban bencana.

“Jadi pemerintah melalui BPBD sudah membangun barak untuk menampung sementara warga yang saat itu menjadi korban bencana,” kata Yohan Diawoitauw, di Demta, Senin (3/10).

Dia mengatakan, setelah bencana itu masyarakat juga telah memberikan data-data terkait korban yang terkena dampak dari bencana .  Di mana selanjutnya dari data-data itu mereka akan mendapatkan rumah layak huni, tapi sampai detik ini belum terealisasi.

Setidaknya ada 30 keluarga yang saat itu menjadi korban bencana banjir bandang Maret 2019 itu.  Masyarakat sampai saat ini berharap ada perhatian serius dari pemerintah dalam hal ini BPBD terkait dengan bantuan rumah layak huni yang semestinya diterima oleh masyarakat selaku korban bencana saat itu.

Untuk diketahui, ada sejumlah wilayah di Kabupaten Jayapura yang juga terkena dampak bencana,  terutama di wilayah Sentani dan Ravenirara. Namun untuk di daerah Sentani dan Distrik Ravenirara sudah dilakukan  rehabilitasi terhadap pemukiman warga yang terkena dampak akibat bencana tersebut.

“Jadi di sini bukan hanya rumah,  tapi ada juga jembatan ada 6 unit yang rusak dan putus.  Ada yang sudah dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat.  Kemudian Puskesmas juga sama mengalami dampak saat itu,”pungkasnya. (roy/ary)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: SENTANI

Recent Posts

Sandera yang Selamat Ternyata Sedang Hamil

Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…

6 hours ago

Konsep Dialog Kembali Didorong untuk Akhiri Konflik

Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…

7 hours ago

Disandera, Dipaksa Dukung OPM Lalu Dihabisi

Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…

8 hours ago

Demo Tolak MBG Serentak Disinyalir Terorganisir

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…

9 hours ago

Kericuhan di Pelabuhan, KM Gunung Dempo Pilih Tunda Berlabuh

Saat kapal dalam perjalanan menuju  Jayapura, tiga penumpang ini diketahui merokok di dalam kapal, tepatnya…

10 hours ago

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

22 hours ago