Persaingan untuk mendapatkan satu posisi pekerjaan pun kini melonjak drastis. Rasio perbandingan antara jumlah pelamar dengan satu lowongan kerja kian tidak seimbang. Airlangga menjelaskan bahwa salah satu pemicu utama dari fenomena ini adalah masalah mismatch alias ketidaksesuaian antara kompetensi yang dimiliki oleh para pencari kerja dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh dunia industri modern saat ini.
Merespons persoalan kronis ini, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan jajaran kabinetnya untuk memperkuat sistem pendidikan dan pelatihan vokasi secara masif guna memperkecil jurang kesenjangan keterampilan (skill gap). Sebagai langkah konkret pada tahun 2026, pemerintah menggulirkan Program Pelatihan Vokasi Nasional yang menempatkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) sebagai penanggung jawab utama.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas SDM nasional agar lebih adaptif, terserap optimal di pasar kerja, serta mampu menekan angka pengangguran usia muda secara signifikan. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, mengatakan kebutuhan susu bagi balita menjadi salah…
Rustan menjelaskan, setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan…
Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, mengatakan bantuan yang disalurkan telah disesuaikan dengan kebutuhan…
Pemerintah Kota Jayapura memperkuat penanganan pascakebakaran yang melanda kawasan Dok V, Kelurahan Mandala, dengan melibatkan…
Gubernur Papua, Matius D Fakhiri mengatakan, pembayaran TPP tersebut telah disiapkan dan anggarannya dipastikan…
Ketua Komisi D DPRK Kota Jayapura, Deli L. Watak, menegaskan penanganan pascakebakaran tidak boleh…