Pandangan kedua tokoh ini menjadi kontras dengan narasi populer di Indonesia. Wapres Gibran dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa pelajar zaman sekarang harus ‘belajar AI sejak dini’.
Meski semangatnya untuk mendorong adaptasi teknologi patut diapresiasi, pendekatan yang terlalu fokus pada AI tanpa fondasi ilmu dasar berisiko menciptakan generasi yang hanya bisa menggunakan teknologi, bukan mengembangkannya.
Alih-alih langsung mengajarkan anak muda cara memakai atau membuat AI, Huang dan Musk justru menyarankan agar mereka terlebih dahulu memahami ‘mengapa dan bagaimana’ dunia bekerja, sesuatu yang hanya bisa dicapai melalui penguasaan fisika dan matematika.
Pandangan dua tokoh teknologi terkemuka dunia itu merefleksikan pergeseran pemikiran di tingkat global.
Coding tetap menjadi keterampilan penting, tetapi dalam era AI yang bersentuhan langsung dengan dunia nyata, seperti kendaraan otonom, robot medis, atau smart factory, kemampuan memahami hukum fisika menjadi kebutuhan utama.(*/jawapos)
Page: 1 2
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menerbitkan peringatan dini terkait ancaman kekeringan…
Insiden yang terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026 tersebut berawal dari penyerangan pos keamanan di…
Penandatanganan nota kesepahaman yang sarat nilai historis tersebut berlangsung secara khidmat pada Sabtu, 22 Agustus…
Selama sepekan terakhir, wilayah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sempat dikepung asap tebal akibat kebakaran hutan…
Mereka juga membawa boneka serupa yang diberikan oleh Direktur Utama RSUP Dr Kariadi, Agus Akhmadi.…
Bambang menjelaskan, tepung jagung yang digunakan dalam inovasinya tidak bekerja secara tunggal. Tepung tersebut dicampurkan…