Pandangan kedua tokoh ini menjadi kontras dengan narasi populer di Indonesia. Wapres Gibran dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa pelajar zaman sekarang harus ‘belajar AI sejak dini’.
Meski semangatnya untuk mendorong adaptasi teknologi patut diapresiasi, pendekatan yang terlalu fokus pada AI tanpa fondasi ilmu dasar berisiko menciptakan generasi yang hanya bisa menggunakan teknologi, bukan mengembangkannya.
Alih-alih langsung mengajarkan anak muda cara memakai atau membuat AI, Huang dan Musk justru menyarankan agar mereka terlebih dahulu memahami ‘mengapa dan bagaimana’ dunia bekerja, sesuatu yang hanya bisa dicapai melalui penguasaan fisika dan matematika.
Pandangan dua tokoh teknologi terkemuka dunia itu merefleksikan pergeseran pemikiran di tingkat global.
Coding tetap menjadi keterampilan penting, tetapi dalam era AI yang bersentuhan langsung dengan dunia nyata, seperti kendaraan otonom, robot medis, atau smart factory, kemampuan memahami hukum fisika menjadi kebutuhan utama.(*/jawapos)
Page: 1 2
Kehadiran Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dalam kegiatan Latihan Kader Kepemimpinan (LKK) tahun 2026 yang…
Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua melalui Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menyatakan bahwa hingga saat…
Pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait hilangnya sejumlah kendaraan bermotor dengan modus pelaku…
ali Kota Jayapura, Abisai Rollo menegaskan pentingnya penataan administrasi kependudukan di wilayah Distrik Muara Tami…
Bupati Thomas mengatakan, kehadiran gubernur dalam peresmian Rumah Jew merupakan penghormatan lantaran itu kesempatan langkah.…
Rapat tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penegasan batas daerah antara Kabupaten Jayapura dan Kabupaten…