Di tengah rasa seperti dipenjara itu, Quraish meluangkan waktu untuk menulis tafsir. Awalnya dia memperkirakan hanya empat jilid. Tetapi, ternyata Tafsir Al-Mishbah terdiri dari 15 jilid. Total waktu yang diluangkan Quraish untuk menulisnya sekitar 3,5 tahun.
Saat itu dalam sehari Quraish menulis selama sepuluh jam. Dia merasakan seperti tidak bisa berhenti menulis. Allah seperti memberikan jalan mempermudah upayanya menulis tafsir. Quraish sama sekali tidak pernah merasa berat saat menulis.
”Mungkin (yang merasa, Red) berat istri saya. Kok saya menulis terus,” katanya disambut meriah para undangan.
Quraish mengakui, dalam perjalanan waktu 20 tahun ini, ilmu pengetahuan dan situasi terus berkembang dan berubah. Bisa jadi, apa yang menurutnya benar ketika menulis tafsir tersebut, sudah tidak benar lagi pada masa ini. Untuk itu, dia sangat terbuka terhadap kritik, bahkan perbaikan. Selama yang melakukan perbaikan atau revisi tafsir itu benar-benar orang yang mempunyai keahlian. ”Saya garis bawahi, yang ahli,” tandasnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri tokoh NU Ulil Abshar Abdalla. Dia menyatakan mengagumi Quraish sejak peluncuran bukunya berjudul Membumikan Alquran. Menurut Ulil, pada periode 1980–1990, Quraish sudah menjadi penafsir yang paling top. ”Saya membaca tafsir (Al-Mishbah) ini pinjam orang lain. Karena waktu itu belum kuat beli,” katanya lantas tertawa.
Ulil menerangkan, menulis tafsir untuk Alquran secara utuh 30 juz dalam waktu 3,5 tahun secara kontinu adalah hal yang luar biasa. Dia menegaskan, meskipun banyak ahli tafsir, tidak semua diberi anugerah bisa menulis tafsir. (wan/c9/oni)
Page: 1 2
Prestasi tersebut berdasarkan laporan Eye on the Market yang dikeluarkan oleh JP Morgan Asset Management.…
Salah satunya datang dari studi yang dilakukan oleh Universitas Oxford, yang meninjau berbagai metode berhenti…
Terong Belanda merupakan buah unik dengan bentuk lonjong menyerupai telur dan cita rasa asam yang…
Dikutip Kemenko Pangan, Agenda besar ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di…
“Jadi itu kan nilai proyek pembangunan fisik, sebenarnya di angka Rp 1,6 miliar anggarannya. Kenapa…
Dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Borobudur Hukum Channel, Megawati menyoroti kondisi penegakan hukum…