Categories: METROPOLIS

Total Enam Saksi dari Mahasiwa Dimintai Keterangan

AKBP Gustav R Urbinas ( FOTO: Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Jumlah saksi bertambah untuk mengungkap penyebab kematian tewasnya Silvester Hisage yang ditemukan dengan posisi tubuh terendam air di dalam parit Asrama Rusunawa, Kelurahan Yabansai Distrik Heram pada Kamis (24/12) pekan lalu.

Jika sebelumnya tiga saksi telah diperiksa, maka Selasa (29/12) jumlah saksi menjadi enam orang dan akan dimintai lagi saksi lainnya sebanyak enam orang dan sedang dilayangkan surat pemanggilan.

Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas mengatakan, total saksi yang sudah diperiksa sebanyak enam orang adalah mahasiswa dan sedang diupayakan membuat data dari peristiwa tersebut untuk pengunkapan kasusnya.

“Untuk sementara dari hasil visum ada tanda-tanda lecet di siku kanan dan kiri yang tidak membahayakan. Sementara luka lain yang menonjol tidak ada,” terang Kapolresta kepada wartawan, Selasa (29/12).

Gustav mengaku, pihaknya sedikit kesulitan karena sejak awal keluarga korban menolak untuk dilaksanakan outopsi. Bahkan keluarga juga sudah tanda tangani berita acara penolakan,  sehingga dilakukan upaya lain untuk penyelidikan.  “Kita akan bangun komunikasi apabila sudah melewati masa kedukaan,” kata Gustav.

Ia menerangkan, untuk olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kedua sudah dilakukan pada Selasa (29/12) sore. Olah TKP kedua ini agar lebih lengkap dan mendalam, sehingga bisa menilai situasi dan kondisi di sekitar TKP.

Selain itu, ada juga beberapa saksi yang akan dilayangkan surat panggilan untuk nanti dimintai keterangan. Sebagaimana kurang lebih pihaknya akan memeriksa enam saksi lagi untuk bisa mengetahui motif dari kejadian ini.

“Apakah yang bersangkutan kecelakaan sendiri dalam arti lalai atau mengalami kejadian pembunuhan kami belum bisa menyimpulkan itu, kita sedang menyelidiki untuk mengetahui  yang bersangkutan meninggal dunia dikarenakan apa,” bebernya.

Lanjutnya, pihaknya akan mendalami hasil pemeriksaan dari saksi sebelumnya. Sebagaimana timbul fakta bahwa korban sempat konsumsi miras bersama beberapa temannya sebelum ditemukan meninggal dunia.

“Kita akan cek apakah dia meninggal akibat kebanyakan konsumsi miras, atau kemungkinan jatuh dari asrama ataukah jatuh sendiri atau dia dianiaya dan dibunuh,” terangnya.

Menurutnya, tidak dilaksanakan outopsi karena keluarga menolak menjadi kendala. Karena outopsi untuk mencari tahu penyebab kematian, sementara secara visik hasil visum sudah ada dimana luka luka yang menojol tidak ada hanya luka lecet memar di kedua siku korban. (fia/wen)

newsportal

Recent Posts

Wali Kota: Awasi Pembangunan di Kawasan Rawan Bencana!

  Perhatian tersebut terutama menyangkut aktivitas pembangunan di kawasan yang memiliki potensi rawan bencana, seperti…

6 hours ago

Jangan Biarkan Warga Sipil Jadi Korban Konflik

  Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) memberikan perhatian serius terhadap pernyataan-pernyataan yang disampaikan…

6 hours ago

Layanan Publik Harus Tepat Waktu dan Bebas Pungli

   Abisai menegaskan, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara konsisten sesuai standar dan waktu yang…

10 hours ago

Pemprov Bentuk Tim Aset Untuk Tangani Sengketa Tanah

  Gubernur Papua, Matius Fakhiri mengatakan, pembentukan tim dilakukan untuk memastikan kejelasan status dan riwayat…

10 hours ago

Perkuat Tata Kelola Daerah, Pemprov Bentuk Tiga OPD Baru

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua membentuk tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru sebagai bagian dari upaya…

17 hours ago

Tiga Ruangan Baru di RSUD Wamena Diresmikan

Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…

18 hours ago