Categories: METROPOLIS

Distrik Abepura Pertahankan Zona Hijau

JAYAPURA – Kondisi Covid 19 di Kota Jayapura bear- benar menjadi perhatian serius bagi pemerintah kota tak terkecuali hingga ke tingkat distrik. Masing – masing distrik nampaknya mulai membunyikan sirine kepada setiap kelurahan untuk memastikan tak terjadi lonjakan  penderita terlebih menyangkut masuknya virus varian baru. Untuk  Distrik Abepura sendiri bisa dibilang menjadi distrik dengan jumlah penduduk paling banyak di Jayapura dan pelan – pelan mulai mengambil langkah.

 “Untuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)  sudah dibentuk disetiap kampung dan kelurahan. Tujuannya  melakukan deteksi dini dan fasilitasi serta edukasi kepada pasien dan keluarga. Itu termasuk progres di masing – masing kampung dan melakukan zonasi dengan melihat mana zonasi hijau, orange mulai berkasar kasus 0,5 atau 0-5 hingga berstatus merah,” kata Kadistrik Abepura, Dion Deda melalui ponselnya, Kamis (24/6). Kata Dion pihaknya juga menerima perintah untuk menerapkan vaksin kepada seluruh warga jelang PON.

 Ini ditindaklanjuti dengan membuka pelayanan vaksin hingga ke tingkat kelurahan dimana untuk posko tetap dibuka sebab ketua poskonya adalah kepala kelurahan. “Kami melakukan jemput bola dan petanya kami rubah dimana jika kami turun dalam jumlah besar biasanya masyarakat ketakutan sehingga dalam PPKM Mikro ini lurah yang biasa melakukan diskusi dengan RT RW untuk menentukan lokasi yang terjangkit dan melakukan penanganan secara langsung tapi di kelurahan,” bebernya. 

 Saat ini kata Dion untuk Distrik Abepura mengalami penurunan yang cukup signifikan dan tak ada lagi zona merah. “Untuk  mengantisipasi varian baru kami masih menunggu petunjuk lanjutan. “Tiga kampung di distrik kami semua zona hijau, lalu untuk Kelurahan Kota Baru, Yobe, Abe Apantai, Wahno semua berstatus zona kuning kemudian Kelurahan Awiyo Asano, Waimhorok, Vim  semua dalam zona orange dan kami akan pertahankan jangan sampai ke merah,” tambah Dion. 

 Lalu untuk penderita  covid di Distrik Abepura kata alumni IPDN ini data terakhir disebutkan bahwa ada 44 orang yang dirawat, 51 orang meninggal kemudian yang positif sebanyak 2749 namun yang sembuh sebanyak 2654. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Pembelian BBM Subsidi Bakal Dibatasi!

Salah satu poin yang disiapkan dalam rancangan instruksi kepala daerah adalah pembatasan jumlah pembelian BBM…

3 hours ago

Tiga Unit Pelayanan Makan Bergizi Gratis di Mimika Masih Disuspen

Kepala BGN Regional Papua Tengah Nalen Situmorang mengonfirmasi bahwa tiga SPPG yang berstatus suspen tersebut…

4 hours ago

Jurnalis Desak Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Krakatau Diperpanjang

Aksi damai ini digelar bertepatan dengan hari kedelapan berjalannya operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Keheningan…

5 hours ago

Ketika Sekolah Formal Tak Lagi Terjangkau, PKBM Menjadi Pintu Kedua

Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud) tahun 2023 menunjukkan, sebanyak 152.319 anak di…

6 hours ago

Wagub Papua Selatan Minta HKTI Bela Petani, Rangkul OAP dan Jauhi Politik Praktis

Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa memberi pesan tegas kepada jajaran Himpunan Kerukunan Tani Indonesia…

9 hours ago

Gubernur Apolo Ajak Aliansi Sasak Lombok Berkontribusi untuk Papua Selatan

Apolo mengatakan, Pemerintah dan masyarakat Papua Selatan menyampaikan selamat dan sukses atas amanah yang diberikan…

10 hours ago