Categories: METROPOLIS

Orang Papua Harus Menjaga Solidaritas dan Membangun Solusi Bersama

Septinus George Saa  ketika berbincang dengan rekan-rekannya belum lama ini. (FOTO: Yewen/Cepos)

JAYAPURA- Berbagai persoalan dan permasalahan masih terus dihadapi oleh masyarakat Papua, sebut saja kemiskinan, pelanggaran HAM, pendidikan, kesehatan, dan berbagai persoalan lainnya yang masih terus menghantui kehidupan orang Papua.

 Untuk menyelesaikan berbagi persoalan dan masalah yang dihadapi orang Papua, maka perlu kerja sama dalam membangun solidaritas bersama untuk mencari solusi-solusi secara bersama-sama, sehingga satu persatu permasalahan yang ada di tanah Papua dapat diselesaikan dengan baik.

 Tokoh Muda Papua yang juga merupakan Peneliti Papua, Septinus George Saa mengatakan, setiap orang Papua harus mengedukasi diri secara masif dan terstruktur tentang persoalan dan masalah yang terjadi di atas tanah Papua.

 “Menentukan sikap untuk menjaga integritas diri dan tindakan setelah membangun pemahaman akan persoalan bangsa Papua,” katanya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulerya, Jumat (24/4) kemarin.

 Menurut George, perlu dorongan solusi bersama dengan aktif berkarya untuk mencari solusi yang permanen dan mampu dikerjakan dengan keahlian yang dimiliki dengan terus membangun kerja sama sebagai sesama anak Papua yang memiliki prinsip dan kepercayaan.

 “Mengawal solusi serta mewarisi kesempatan kepada generasi penerus bangsa Papua, generasi kita kedepan, tanpa harus meninggalkan persoalan baru bahkan persoalan lama yang tidak turuan dari generasi sebelumnya,” ucap pemenang lomba First Step to Nobel Prize in Physics pada tahun 2004 ini.

 Tidak hanya itu, kata George perlu melakukan gerakan bersama dengan melaksanakan segala kesepakatan bersama yang dibangun dalam diskusi-diskusi persoalan dan solusi tanpa lagi membiarkan diskusi persoalan hanya diselesaikan di diskusi saja.

 “Melihat dan memperlakukan semua anak bangsa Papua sebagai satu bangsa, bangsa Papua, apalagi membiarkan perbedaan suku kita membuat kita malas tahu dan hanya perduli mengurus urusan pribadi, kelompok, suku, klan apalagi hanya sekedar mengurus diri kelompok suku dalam satu wilayah adat,” kata pemuda kelahiran  22 September 1986 ini.

 George mengatakan, perlu mempertegas gaya dan pola hidup serta perilaku sosial yang didasari oleh kepercayaan leluhur dan telah dituangkan dalam nilai budaya dan adat istiadat. Selain itu, merelakan kepentingan pribadi untuk kepentingan bangsa dan tanah Papua yang lebih besar sehingga memperpendek masa kesusahan dan keterpurukan bersama yang selama ini di alami bersama-sama. (bet/wen)

newsportal

Recent Posts

22 Saksi Diperiksa, Kejati Dalami Dugaan Korupsi Proyek Jalan Dema-Fefero

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, melalui Ketua Tim Penyidik sekaligus Kepala Seksi Penuntutan Kejati Papua, Alfisius…

7 hours ago

Kursi Sekda Papua Memanas

Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, pengumuman dan penerimaan berkas berlangsung pada 16-30 September 2026. Selanjutnya, seleksi…

14 hours ago

Mayat Seorang Wanita Ditemukan di Sekitar Kolam Buaya

Wanita tersebut diperkirakan sudah lanjut usia dan mengenakan jaket berwarna merah marone dan celana panjang…

15 hours ago

Orang Tua Siswa Minta Kampus Tegas

​"Sebenarnya aksi ini sudah berakhir beberapa hari lalu. Hanya karena kelalaian lembaga yang tidak mengakomodir…

16 hours ago

Ratusan Orang di Mimika Terinfeksi HIV-AIDS

Mayoritas penderita berjenis kelamin laki-laki sebanyak 109 orang, sedangkan perempuan tercatat 90 orang. Kepala Seksi…

17 hours ago

Pembangunan Kopdes Merah Putih Belum Menyentuh Kampung

Program pemerintah pusat dalam mendoro ekonomi masyarakat di kampung lewat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)…

18 hours ago