

JAYAPURA-Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kota Jayapura menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mengetahui sejauh mana intervensi yang sudah dilakukan terhadap penanganan stunting di kota Jayapura terutama yang ada di beberapa wilayah yang sedikit tinggi di Kota Jayapura.
“Hari ini adalah kegiatan tindak lanjut dari evaluasi, audit kasus stunting untuk Kota Jayapura. Mengenai kasus yang kita dapat di Distrik Jayapura Selatan, Kelurahan Ardipura dan Argapura, itu tentang capim ibu hamil, ibu menyusui dan balita,” ungkap Kepala Bidang Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kota Jayapura, Aisah Bustaman, Rabu (20/12).
Dia menjelaskan, data stunting di Kota Jayapura sebelumnya dikumpulkan, kemudian diserahkan kepada tenaga medis untuk di isi data sesuai dengan biodata warga yang terkena stunting. Kkemudian pihaknya mengumpulkanya, melakukan evaluasi dan selanjutnya diserahkan kepada tim pakar. Tim pakar yang berkaitan dengan dokter SPOG adalah ibu yang hamil dan ibu setelah melahirkan.
Kemudian yang berkaitan dengan anak adalah, dokter ahli anak. Yang selanjutnya mengintervensi sesuai dengan keahlian dan bidangnya. Untuk itu, hasil yang diharapkan dari rapat ini adalah tindak lanjut untuk tahun 2024, mengenai masing-masing OPD yang berkaitan dengan stunting.
Page: 1 2
Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyambut baik dibukanya ruang sosialisasi perdana…
Hingga 21 Juli 2026, realisasi penerimaan retribusi sampah rumah tangga di Kota Jayapura baru…
Pihak keluarga mendesak untuk segera disampaikan karena pihak keluarga tidak menerima jika tindakan TPNPB OPM…
Konsep pasar terapung yang memanfaatkan perahu-perahu sebagai lapak jualan menghadirkan suasana berbeda dibandingkan pasar…
Amuk massa yang tak terkendali tidak hanya membuat KD meninggal dunia di lokasi kejadian akibat…
Perjalanan itu dimulai sekitar akhir 2015 hingga awal 2016. Saat itu, Mamik yang masih berprofesi…