Categories: METROPOLIS

13 Ribu Lebih Warga Kota Masuk Kategori Miskin

JAYAPURA-Lebih dari 13 ribu keluarga di Kota Jayapura masuk  dalam kategori miskin ekstrem.  Sejumlah  upaya sudah mulai dilakukan oleh Pemerintah Kota Jayapura dengan bekerja sama pemerintah kampung, kelurahan dan distrik se-Kota Jayapura.

“Target nasional adalah penurunan angka kemiskinan ekstrem yang sudah diarahkan oleh Presiden kepada kepala-kepala daerah.  Target nasional tahun 2024 itu turun sampai 0% kemiskinan ekstrem.  Kita di kota Jayapura dari data yang kita terima itu,  4,12% data penduduk miskin ekstrem,” kata penjabat Walikota Jayapura, Dr. Frans Pekey, Rabu (18/10).

    Menurutnya,  dari data 4,12% penduduk miskin ekstrem di Kota Jayapura itu, saat ini sedang divalidasi dan diverifikasi oleh seluruh Lurah dan kepala kampung.  Dari hasil rapat evaluasi ini ada sebagian besar data  warga sudah masuk dari lurah dan kampung melalui distrik. Tetapi ada sebagian yang masih dalam proses verval.  Kemudian ada juga beberapa yang belum dapat memberikan informasi karena tidak hadir dalam rapat evaluasi tersebut.

   “Saya sudah minta kepada Kepala Bappeda dan tim untuk jemput bola dan komunikasi.  Saya berikan selama satu minggu kedepan untuk melakukan verifikasi dan validasi data. Sehingga pada akhir bulan ini kita sudah pastikan tahu jumlah, juga sudah by name dan by addres. Kita harus tahu data itu supaya tahap berikutnya kita intervensi program,” ujarnya.

   Dikatakan investasi program ini dilakukan  dengan organisasi perangkat daerah teknis, supaya ada program-program yang Pemkot Jayapura rencanakan untuk 2024. Sasarannya ke keluarga yang sudah terdaftar sebagai warga yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem.

   “Karena itu, ada tahapan dan proses berikut lagi,  setelah datanya selesai di awal-awal November itu,  akan ada lagi forum untuk kita integrasikan dan konsolidasikan program dan anggaran untuk tahun 2024.  Oleh karena itu Pemkot Jayapura juga terus berupaya untuk mencapai target pengentasan kemiskinan ekstrem di Kota Jayapura yang diterbitkan selesai sampai  2024,” tambahnya.(roy/tri)

Juna Cepos

Recent Posts

Pangkogabwilhan Diminta Evaluasi Sistem Operasi di Papua

Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…

11 hours ago

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

13 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

19 hours ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

20 hours ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

21 hours ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

1 day ago