“Kami ingin hidup damai, belajar dengan tenang, dan membangun masa depan Papua Pegunungan bersama-sama,” ungkapnya dengan nada rendah.
Ia juga menambahkan bahwa persatuan antar-mahasiswa dari ketiga kabupaten ini menjadi simbol bahwa persaudaraan di atas tanah Papua Pegunungan jauh lebih berharga daripada ego kelompok yang memicu perpecahan.
Di akhir pernyataannya, mahasiswa dari tiga kabupaten tersebut mengajak seluruh masyarakat Papua untuk mengedepankan dialog, persaudaraan, dan perdamaian demi menjaga persatuan orang Papua. Mereka berharap konflik yang terjadi dapat segera dihentikan agar masyarakat dapat kembali hidup aman dan damai.
Seruan damai dari mahasiswa Lani Jaya, Yahukimo, dan Jayawijaya menjadi pesan penting bagi seluruh masyarakat Papua Pegunungan agar tidak terprovokasi dan bersama-sama menjaga persatuan di tengah situasi konflik yang terjadi di Wamena. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Proyek pembangunan jalan yang difungsikan sebagai prasarana ketahanan pangan di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua…
Pneumonia atau yang kerap dikenal masyarakat awam sebagai paru-paru basah masih menjadi "pembunuh" nomor satu…
Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, berinisial EM alias L ditangkap…
Pihak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo mengklaim bertanggung jawab atas aksi…
Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) menyiapkan skema kerja sama dengan pihak…
–Anggota personel Polsek Ilu, Polres Puncak Jaya, Bripda Jhon Galu Situmorang, mengalami luka tembak setelah…