“Kami ingin hidup damai, belajar dengan tenang, dan membangun masa depan Papua Pegunungan bersama-sama,” ungkapnya dengan nada rendah.
Ia juga menambahkan bahwa persatuan antar-mahasiswa dari ketiga kabupaten ini menjadi simbol bahwa persaudaraan di atas tanah Papua Pegunungan jauh lebih berharga daripada ego kelompok yang memicu perpecahan.
Di akhir pernyataannya, mahasiswa dari tiga kabupaten tersebut mengajak seluruh masyarakat Papua untuk mengedepankan dialog, persaudaraan, dan perdamaian demi menjaga persatuan orang Papua. Mereka berharap konflik yang terjadi dapat segera dihentikan agar masyarakat dapat kembali hidup aman dan damai.
Seruan damai dari mahasiswa Lani Jaya, Yahukimo, dan Jayawijaya menjadi pesan penting bagi seluruh masyarakat Papua Pegunungan agar tidak terprovokasi dan bersama-sama menjaga persatuan di tengah situasi konflik yang terjadi di Wamena. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga melalui Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Merauke, Ipda Stevend Dapo,…
Koordinator Devisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Provinsi Papua Pegunungan Naftali Emmanuel Pawika mengatakan rekapitulasi…
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Barat Daya, Atika Rafika yang dalam hal…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH sebelum pertemuan ini, pihaknya telah meminta kepada kepala dinas…
Sekretaris Asosiasi 328 Kepala Kampung Se Jayawijaya Sem Uaga menegaskan jika menyikapi adanya informas yang…
Kedua tersangka masing-masing berinisial EK dan RS. Tersangka EK diduga terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap…