“Kami ingin hidup damai, belajar dengan tenang, dan membangun masa depan Papua Pegunungan bersama-sama,” ungkapnya dengan nada rendah.
Ia juga menambahkan bahwa persatuan antar-mahasiswa dari ketiga kabupaten ini menjadi simbol bahwa persaudaraan di atas tanah Papua Pegunungan jauh lebih berharga daripada ego kelompok yang memicu perpecahan.
Di akhir pernyataannya, mahasiswa dari tiga kabupaten tersebut mengajak seluruh masyarakat Papua untuk mengedepankan dialog, persaudaraan, dan perdamaian demi menjaga persatuan orang Papua. Mereka berharap konflik yang terjadi dapat segera dihentikan agar masyarakat dapat kembali hidup aman dan damai.
Seruan damai dari mahasiswa Lani Jaya, Yahukimo, dan Jayawijaya menjadi pesan penting bagi seluruh masyarakat Papua Pegunungan agar tidak terprovokasi dan bersama-sama menjaga persatuan di tengah situasi konflik yang terjadi di Wamena. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Program strategis nasional gagasan Presiden Prabowo Subianto ini ditargetkan mulai dibangun pada awal tahun 2027…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) John Tabo, SE, M.B.A meminta kepada seluruh masyarakat di Papua…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B,A menyatakan, pelantikan dan pengambilan sumpah janji…
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pekerjaan infrastruktur berjalan sesuai rencana dan target waktu yang telah…
Kedua anggota Brimob tersebut dinilai berjasa karena berhasil menangkap pelaku penganiayaan berat yang menyebabkan korbannya…
Diadakan untuk menyambut hari jadi ke-30 Kabupaten Mimika, festival menjadi ruang temu bagi seniman, pengukir,…