“Kami ingin hidup damai, belajar dengan tenang, dan membangun masa depan Papua Pegunungan bersama-sama,” ungkapnya dengan nada rendah.
Ia juga menambahkan bahwa persatuan antar-mahasiswa dari ketiga kabupaten ini menjadi simbol bahwa persaudaraan di atas tanah Papua Pegunungan jauh lebih berharga daripada ego kelompok yang memicu perpecahan.
Di akhir pernyataannya, mahasiswa dari tiga kabupaten tersebut mengajak seluruh masyarakat Papua untuk mengedepankan dialog, persaudaraan, dan perdamaian demi menjaga persatuan orang Papua. Mereka berharap konflik yang terjadi dapat segera dihentikan agar masyarakat dapat kembali hidup aman dan damai.
Seruan damai dari mahasiswa Lani Jaya, Yahukimo, dan Jayawijaya menjadi pesan penting bagi seluruh masyarakat Papua Pegunungan agar tidak terprovokasi dan bersama-sama menjaga persatuan di tengah situasi konflik yang terjadi di Wamena. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Dari total 7.813 ASN yang tercatat di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua, jumlah pegawai yang mengikuti…
Otoritas gereja Katolik tersebut menyatakan menerima laporan mengenai lonjakan korban jiwa, pengungsian massal, kerusakan fasilitas…
Tim kolaborasi film menyatakan sejak awal seluruh dana tiket sukarela memang diperuntukkan bagi warga yang…
Gaya hidup sedentari merujuk pada pola hidup dengan sangat sedikit aktivitas fisik sepanjang hari. Kemajuan…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo melalui Kepala Biro Pemerintahan dan Otsus Setda Papsel Karmin Eko…
Menurutnya, Himpunan Mahasiswa Mappi merupakan wadah yang mampu menyatukan mahasiswa asal Kabupaten Mappi dari berbagai…