Categories: METROPOLIS

Bapas Kelas II Jayapura Gandeng 10 Mitra Kerja Lakukan Kerja Sama

Perwakilan Bapas Kelas II Jayapura dan Mitra Kerja, menandatangani kerja sama di Aula Bapas Jayapura Distrik Abepura Kota Jayapura, Selasa (18/2) kemarin. ( FOTO: Yewen/Cepos)

JAYAPURA- Balai Permasyarakatan (Bapas) Kelas II Jayapura mengandeng mitra kerja dengan melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan 10 mitra kerja yang berlangsung di Aula Bapas Jayapura di Distrik Abepura Kota Jayapura, Selasa (18/2).

 Kerja sama ini dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan percepatan revitalisasi penyelenggaraan permasyarakatan, sekaligus mewujudkan revolusi permasyarakatan tahun 2020 menuju reintegrasi yang sehat, sehingga perlu dibentuk kelompok masyarakat pedlu permasyarakatan sebagai mitra kerja dan wadah pemberdayaan masyarakat.

 Adapun 10 mitra kerja, yaitui Perkumpulan Bantuan  Hukum Cenderawasih, Yayasan AL -Iksan Kota Raja, Bengkel Rahayu Motor Polimak, Komnas HAM Papua, LBH Justice  & Peace, LBH Iustitia Papua, Gereja GPdI Eklesia Padang Bulan, Perkumpulan Anak Muda GKI Marthen Luther Kamkey, English Club, Ditrich, Kelompok Makanan Khas Papua, Souvenir  Khas Papua dan Makanan Khas Papua, dan Kelompok Kerajinan Tangan Noken. Mereka ini siap membantu pembinaan, peningkatan kualitas hidup, serta penghidupan klien Bapas Jayapura.  Kepala Bapas Jayapura, Budi Setyo Prabowo mengatakan, kualitas pembimbingan klien pemasyarakatan harus dapat ditingkatkan, sehingga bisa menjadi pribadi yang tidak melanggar hukum kembali, memiliki kehidupan yang baik saat nanti kembali melanjutkan kehidupannya dengan keluarga dan masyarakat, serta bisa memperoleh lapangan pekerjaan untuk menghidupi penghidupannya.

 “Dengan menjalin 10 mitra kerja ini, diharapkan bisa membantu memberikan bekal kemandirian kerja atau peningkatan kepribadian klien agar bisa menjadi warga negara yang lebih baik dan berdaya guna,” katanya kepada wartawan Aula Bapas Jayapura di Distrik Abepura Kota Jayapura, Selasa (18/2).

 Sementara itu dalam sambutan Ketua GKI Klasis Port  Numbay, Pdt. Hein Carlos mano mengatakan para warga binaan pemasyarakatan yang bertahun-tahun dibina di Lapas pasti mengalami tekanan psikologi yang terjadi pada mereka.

Dikatakannya, ini juga disebabkan oleh stigma yang melekat   oleh WBP  bahwa mereka adalah orang jahat, tidak taat hukum ini menjadi persoalan tersendiri setelah keluar dari Lapas.

 Carlon mengajak kepada seluruh tim pokja, untuk semuanya dapat terlibat bersama-sama dalam melakukan pembinaan dan penerimaan terhadap para warga binaan di lapas,  sehingga setelah selesai menjalankan hukuman mereka dapat menjadi masyarakat seperti biasanya lagi.  (bet/wen)

newsportal

Recent Posts

Curanmor Dominasi Kejahatan di Kab.Jayapura, Mei Tertinggi Capai 61 Kasus

Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi salah satu tindak kriminal yang paling menonjol di…

7 hours ago

Polres Biak Amankan Belasan Kendaraan yang Dimodifikasi

Kendaraan-kendaraan itu ada yang dimodifikasi dengan tangki dengan ukuran besar dari ukuran standar. Operasi penertiban…

8 hours ago

Anggaran Terbatas, Pemprov Papsel  Tunda Penambahan OPD

“Untuk pembentukan OPD yang baru, sudah pernah kita ajukan berdasarkan analisis kebutuhan kelembagaan yang dilakukan…

9 hours ago

Tekad Cawor Kembalikan Persipura ke Liga 1

Ricky Cawor resmi kembali bergabung dengan tim Persipura Jayapura untuk menghadapi kompetisi Liga 2 musim…

10 hours ago

Pengemudi Ayla Merah Ditahan di Polresta Jayapura

   Seluruh identitas pengemudi serta korban yang merupakan satu keluarga kini telah teridentifikasi secara pasti.…

11 hours ago

Andika Wisnu Kerja Keras Demi Kejayaan Tim

Mantan pemain PSBS Biak itu memiliki tekad besar untuk bisa mempersembahkan prestasi bagi tim kebanggaan…

12 hours ago