Categories: METROPOLIS

Kota Jayapura Belum Terapkan Terapi Plasma Konvalesen

dr Ni Nyoman Sri Antari ( FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura dr Ni Nyoman Sri Antari mengatakan, memang sampai saat ini di Kota Jayapura belum menerapkan terapi plasma konvalesen, walaupun belakangan ini di sejumlah kota besar di Indonesia sudah ada yang menetapkan cara ini dalam menyembuhkan pasien Covid-19.

  Kadinkes Kota Jayapura Ni Nyoman Sri Antari menjelaskan, di Kota Jayapura belum menerapkan terapi plasma konvalesen dalam menyembuhkan pasien Covid-19 dikarenakan harus membutuhkan berbagai persiapan mulai dari SDM, peralatan kesehatan dan lainnya karena secara teknis belum siap dan tidak semudah yang dibayangkan.

  “Sampai saat ini kita belum ada terapi plasma konvalesen, karena membutunkankan banyak kesiapan secara teknis dan lainnya dan terapi plasma konvalesen baru dilakukan hanya di kota-kota besar di Indonesia yang sudah siap semuanya,”ungkapnya, Senin (18/1)kemarin.

  Diakui,  walaupun sudah ada yang menggunakan terapi ini, tetap masih banyak yang perlu diteliti dari terapi ini dan butuh sosialisasi maupun edukasi kepada masyarakat, apalagi saat ini sudah ada vaksin Covid-19 sehingga dalam hal penanganan penyembuhan pasien Covid-19 harus bisa fokus dan diperhitungkan semuanya.

 Sementara itu, plasma konvalesen adalah plasma darah yang diambil dari pasien yang terdiagnosa Covid-19 dan sudah 14 hari dinyatakan sembuh dari infeksi Covid-19 yang ditandai dengan pemeriksaan Swab menggunakan RT-PCR sebanyak 1 kali dengan hasil negative, jika terapi plasma konvalesen diberikan pada pasien Covid-19 yang sudah sembuh yang kaya dengan antibodi poliklonal, yang ditransfusikan kepada pasien Covid-19, sebagai salah satu upaya pemberian terapi imun pasif dengan segera.

  Terapi plasma dapat dikatakan bermanfaat untuk menolong nyawa pasien Covid-19 dengan gejala berat dan mengancam jiwa. Oleh karena itu perlu dibentuk perkumpulan penyintas Covid-19, yaitu mereka yang telah sembuh dari penyakit Covid-19 dan perlunya dilakukan sosialisasi secara masif terkait pentingnya pendonor pasca sembuh dari infeksi Covid-19. Kriteria donor penyintas Covid-19, Selain telah sembuh dari Covid-19, dan tidak pernah ditransfusi dan diutamakan diberikan kepada adalah laki-laki.(dil/wen)

newsportal

Recent Posts

Perkuat Pengawasan Telur Anpu, Pemprov Siapkan  Surat Edaran Baru

Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan surat edaran gubernur yang baru untuk memperkuat pengawasan masuknya telur antarpulau…

39 minutes ago

RDP Panja Pelayanan Publik Tak Dihadiri Pihak DLHK

   Kondisi itu memicu kekecewaan Panja Pelayanan Publik DPRK Kota Jayapura. Bahkan, panja menilai ketidakhadiran…

2 hours ago

Realisasi Fisik PUPR Papua Hampir 70 Persen

  Natirmalus menjelaskan, pada Bidang Bina Marga realisasi fisik telah mencapai 68,63 persen, sedangkan realisasi…

3 hours ago

500 Kendaraan Terjaring Operasi Patuh DLHK

  Kegiatan yang melibatkan personel gabungan dari DLHK, Polsek Jayapura Selatan, Satuan Polisi Pamong Praja…

4 hours ago

Akhiri Antrean BBM, DPRP Beri Deadline Pertamina

DPR Papua memberi deadline atau batas waktu selama satu pekan kepada PT Pertamina Patra Niaga…

5 hours ago

Bunda PAUD Dorong Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

  Bunda PAUD Kota Jayapura, Nerlince Wamuar Rollo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jayapura, Balai…

6 hours ago