

Rumah milik warga di Kompleks Wajib Senyum, Distrik Japsel ludes terbakar, Kamis (16/4). (foto:Karel/Cepos)
JAYAPURA–Satu unit rumah di Kompleks Wajib Senyum ludes terbakar pada Kamis (16/4) sekitar pukul 07.00 WIT. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil diperkirakan cukup besar, karena seluruh isi rumah habis dilalap api.
Seorang warga setempat, Mey Agake, mengatakan api pertama kali terlihat berasal dari dalam kamar rumah tersebut. Saat kejadian, pemilik rumah, Hans Watimena alias Ancis, tidak berada di tempat.
“Jadi malam itu dia tidur di rumah tetangga, karena listriknya padam. Saat kejadian dia tidak ada di dalam rumah,” ujar Mey kepada Cenderawasih Pos di lokasi kejadian.
Menurutnya, Ancis tinggal seorang diri di rumah tersebut, sementara kedua orang tuanya berada di Sorong. Pada malam sebelum kejadian, ia memilih menginap di rumah tetangga karena token listrik di rumahnya habis. Kebakaran diduga dipicu oleh obat nyamuk bakar yang dinyalakan Ancis di dalam kamar.
“Dia sempat cerita kalau malam sebelum pergi tidur di rumah tetangga dia sempat bakar obat nyamuk di kamar, tapi lupa dimatikan,” jelas Mey.
Saat mengetahui rumahnya terbakar, Ancis langsung menuju lokasi dalam kondisi panik. Namun, seluruh barang miliknya hangus terbakar. Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api. Bahkan, keponakan Ancis mencoba masuk dengan menendang pintu, namun kobaran api sudah terlanjur membesar.
Page: 1 2
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…