Sementara salah satu guru IPA SMPN 1 Jayapura, Emil Khusnaini menilai pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru bagi guru dan siswa. Selama ini, praktik pengelolaan sampah di sekolahnya lebih difokuskan pada pembuatan pupuk kompos.
“Untuk eco enzyme ini baru pertama kali kami buat. Ini menjadi tambahan ilmu yang akan kami terapkan di sekolah,” katanya.
Sementara itu, Natalia, siswi SMP YPPK Kristus Raja Dok IV, mengaku baru pertama kali membuat pupuk dari limbah buah. Ia menyebut pengalaman tersebut sebagai pembelajaran baru dalam praktik pengelolaan sampah organik. “Ini kali pertama dan rasanya pengen cepat selesai untuk bisa melihat hasilnya,” ungkapnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap 21 Februari. Selain pelatihan, DKLH Papua juga melaksanakan kegiatan pembersihan lingkungan. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Prestasi tersebut berdasarkan laporan Eye on the Market yang dikeluarkan oleh JP Morgan Asset Management.…
Salah satunya datang dari studi yang dilakukan oleh Universitas Oxford, yang meninjau berbagai metode berhenti…
Terong Belanda merupakan buah unik dengan bentuk lonjong menyerupai telur dan cita rasa asam yang…
Dikutip Kemenko Pangan, Agenda besar ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di…
“Jadi itu kan nilai proyek pembangunan fisik, sebenarnya di angka Rp 1,6 miliar anggarannya. Kenapa…
Dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Borobudur Hukum Channel, Megawati menyoroti kondisi penegakan hukum…