Categories: METROPOLIS

DPRP Sampaikan Penyelesaian Kasus HAM Masih Lemah

RAMAH – Pertemuan antara Ketua DPR Papua, Dr Yunus Wonda dengan Dubes Belgia Untuk Indonesia, Stephane De Loacker di ruang kerja Ketua DPRP, Senin (13/5) kemarin. Suarana diskusi nampak ramah dan kondisi terkini Papua ikut ditanyakan.(FOTO : Staf DPRP For Cenderawasih Pos)

JAYAPURA – Duta Besar Belgia untuk Indonesia, Stephane De Loacker, Senin (13/5) kemarin menyambangi kantor DPR Papua dan melakukan pertemuan dengan Ketua DPR Papua, Dr Yunus Wonda. Seperti duta besar lainnya, Dubes Stephane ini juga ingin memperoleh informasi yang sama yakni menyangkut politik, keamanan, ekonomi dan masa depan Papua. Pertemuan dari pukul 11.00 WIT hingga pukul 12.00 WIT lewat ini juga membahas tentang HAM. 

 “Tadi dubes Belgia ini menanyakan soal pertumbuhan ekonomi, keamanan dan politik. Kami jelaskan ekonomi di Papua terus bertumbuh hanya saja jika berbicara ekonomi yang dilakoni masyarakat khusus untuk Papua ini belum terlihat dan memang harus ada solusi soal itu,” kata Yunus Wonda usai melakukan pertemuan di ruang kerjanya, Senin (13/5).

 Yunus menjelaskan bahwa perlu terobosan dan keberanian dari pemerintah untuk mengejar ketertinggalan dan Yunus ikut memaparkan kondisi ril Papua dari semua aspek. 

 “Kami sampaikan juga bahwa ada PR besar yang harus diselesaikan Presiden Jokowi periode kedua adalah  menyelesaikan kasus pelanggaran HAM. Kami berharap selain infrastruktur yang dikebut, beliau (Presiden Jokowi) juga perlu memikirkan bagaimana  menyelesaikan berbagai kasus pelanggaran HAM di Papua sebab selama ini baru 2 kasus pelanggaran HAM yakni pembunuhan Theys dan Abepura berdarah yang diproses hukum meski kini pelakunya mendapat jabatan dalam tubuh TNI,” jelasnya. 

 Yunus mengatakan jika persoalan HAM tak dituntaskan maka masyarakat akan menumbuhkan pemikiran bahwa siapapun presiden tidak akan pernah bisa menyelesaikan pelanggaran HAM dan itu akan menjadi masalah yang terus mengakar.

 “Harusnya sedikit demi sedikit diselesaikan agar tidak menjadi beban dikemudian hari. Selama HAM tak dituntaskan maka masalah Papua akan terus disuarakan. Ini juga bagian dari bagaimana menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap negara yang mengambil banyak hasil alam tetapi ikut memperhatikan hak-hak masyarakat,” pungkas Yunus. (ade/gin)

newsportal

Recent Posts

Pangkogabwilhan Diminta Evaluasi Sistem Operasi di Papua

Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…

12 hours ago

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

13 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

19 hours ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

20 hours ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

21 hours ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

1 day ago