Categories: METROPOLIS

Serangan Vaksin Lantamal Dilakukan Door to Door

JAYAPURA – Lantamal X Jayapura menunjukkan komitmen mendukung kebijakan pemerintah dalam penanganan covid 19. Cara yang dilakukan tidak lagi sekedar mengumpulkan warga disatu titik kemudian melakukan pendataan dan penyuntikan vaksin melainkan akan dilakukan dengan cara door to door atau dari rumah ke rumah. Ini dilakukan guna memaksimal capaian target dimana jika seluruh warga sudah divaksin paling tidak  memiliki kekebalan tubuh yang sama untuk menahan gempuran covid yang lebih dahsyat.

 Danlantamal X Jayapura, Kol Marinir Feryanto Pardamean Marpaung menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi yang dilakukan Selasa (6/7) kemarin merupakan kegiatan hari kesebelas dimana pertama kalinya digelar pada 26 Juni. Ini kata Feryanto akan terus dilakukan setiap hari. “Kami mendorong program pemerintah dengan target setiap harinya 2 juta masyarakat yang divaksin. Kami akan berusaha mencapai titik kelompok masyarakat pesisir maupun pulau yang terpisah dari pulau besar. Kami menganggap bahwa vaksin ini menjadi penting dengan situasi seperti sekarang. Tubuh mereka yang sudah divaksin tentu akan lebih kebal dibanding yang belum divaksin,” kata Feryanto saat ditemui di Pasar Ikan Hamadi, kemarin. 

 Ia sendiri menyatakan bahwa seluruh prajuritnya 100 persen telah divaksin sehingga ia meminta untuk seluruh prajurit ikut membantu bagi warga yang belum. Disamping melaksanakan vaksinasi di Mako Lantamal,  kata Feryanto ada juga 3 tim yang bergerak keluar. “Tim medis akan mendatangi rumah – rumah masyarakat di pesisir yang kemungkinan hingga kini  belum melakukan vaksin dan tidak tahu informasi soal vaksin itu sendiri. Itu tugas kami menjelaskan dan memberikan pelayanan vaksin,” tambahnya.  Soal banyak yang belum mendapatkan informasi soal vaksin ini kata Lantamal dibuktikan dengan warga di  Pasar Ikan yang ternyata baru melakukan vaksin pertama. 

 “Saya mendengar mereka baru pertama kali artinya bisa saja yang diinginkan adalah tim medis lebih dekat dengan pemukiman atau tempat tinggal mereka.  Sedangkan untuk pulau terluar kami akan gunakan SDM yang ada termasuk vaksinatornya,” sambungnya. Danlantamal   yang baru menjabat seminggu ini mengakui hingga kini masih banyak isu negative soal vaksin itu sendiri. “Ada yang menyebut dalam vaksin ada unsur logam, chips atau barcode itu sama sekali tidak benar. Itu pekerjaan orang yang ingin mencari keuntungan dengan menyebar hoax,” tutupnya.  (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

8 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

9 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

10 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

11 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

12 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

13 hours ago