Categories: METROPOLIS

Otsus Belum Sepenuhnya Menjadi Obat

Yulianus Rumboirussy

JAYAPURA – Hasil reses yang dilakukan Wakil Ketua II DPR Papua, Yulianus Rumboirussy ke dua daerah yakni Sarmi dan Arso mendapati sejumlah aspirasi masyarakat yang terbilang penting untuk dikawal. Untuk wilayah Arso misalnya ia mendengarkan keluhan soal kondisi jalan yang sebagian belum diaspal sehingga cukup mengganggu aktifitas terutama para petani yang biasanya membawa hasil kebun.  Begitu juga dengan pertanyaan polos terkait  masih banyak pedagang non Papua yang berjualan produk yang biasa dijual oleh orang asli Papua.

 “Jadi mereka mempertanyakan apakah tak ada proteksi bagi mereka untuk berjualan produk khas Papua semisal pinang, sagu dan lainnya. Mengapa yang seperti ini masih banyak dijual orang di luar Papua,” kata Rumboirussy, Kamis (6/8). Disini Rumboirussy menyampaikan bahwa aspirasi tersebut menjadi pergumulan di DPRP terkait bagaimana ada peluang yang lebih baik yang diberikan kepada pedagang maupun petani asal Papua untuk bisa memasarkan  hasil pertaniannya.

 Namun disini Rumboirussy menyampaikan bahwa jika mengetahui kondisi pasar maka sebaiknya komoditi seperti pinang sagu dan lainnya dijual sendiri. “Yang jadi soal adalah mengapa petani kita mau menjual pinang dan lainnya itu ke orang yang membeli putus di tengah jalan kemudan dijual lagi . Kalau tahu pasarnya seperti apa mengapa tidak dijual sendiri. Ini juga yang perlu diperhatikan,” bebernya. Aspirasi lain yang didengar di Sarmi juga menarik serta beragam. 

 Kata politisi Partai Amanat Nasional ini masyakat ada yang menyampaikan soal kekecewaan terhadap Otsus hingga menganggap Otsus gagal. Namun disini ada juga yang  menyampaikan bahwa sebaiknya uang Otsus itu digunakan untuk membangun rumah layaknya seperti apa yang bupati Fonataba dulu lakukan. Namun ada juga yang berpendapat bahwa sebaiknya uang Otsus ini dibagikan cash atau diberikan secara tunai dan bukan lagi dalam bentuk program. “Ada banyak protes dan keluhan termasuk menganggap uang Otsus sebaiknya diberikan tunai agar masyarakat merasakan dampak langsung. Selama ini jika dalam bentuk pembangunan dikatakan ada banyak yang tak merasakannya,” imbuh Rumboirussy. 

 Dari semua aspirasi tersebut kata Rumboirussy, pihaknya akan merangkum dan membawa dalam rapat komisi maupun dalam rapat bersama pimpinan. “Kami coba tampung, yang jelas Otsus belum sepenuhnya menjadi obat, masih ada yang harus diperbaiki meski perubahan juga ada namun belum menyeluruh,” pungkasnya. (ade/wen) 

newsportal

Recent Posts

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

13 minutes ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

2 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

3 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

4 hours ago

BPKAD dan Bapperida Harus Evaluasi Ketat Serapan APBD 2026

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., meminta Badan Pengelolaan Keuangan dan…

5 hours ago

TPP Diberikan Berdasarkan Kinerja ASN

Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait di Jayapura, Selasa, mengatakan ASN tidak boleh hanya hadir…

6 hours ago