Categories: METROPOLIS

Virus Corona Baru, Bandara dan Pelabuhan Perlu Diperketat?

Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM.,saat memberikan arahan kepada pimpinan OPD dilingkungan Pemkot usai apel pagi perdana, Senin (4/1)lalu. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Adanya virus Corona  varian baru yang lebih berbahaya membuat Pemerintah Kota Jayapura lebih kewaspadaan.  Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM mengakui, virus Corona jika memang ada lagi dan jenisnya lebih berbahaya tentu harus diwaspadai dengan cepat, dibutuhkan sinergi dan kerjasama semua pihak dalam menjaga Papua khususnya Kota Jayapura jangan ada masyarakatnya yang terpapar virus Corona terbaru lagi yang lebih mengerikan.

  “Kita harus selalu waspada dan berhati-hati, jika memang betul ada virus Corona yang lebih ganas lagi, saya minta pemerintah Provinsi Papua dan stakeholder untuk bisa mengantisipasinya apakah lewat jalur masuk di Bandara Sentani, jalur laut di Pelabuhan Jayapura, karena mencegah lebih baik dari pada mengobati,’’pesannya, Selasa (5/1) kemarin.

 Wali Kota juga meminta masyarakat harus memproteksi diri, jangan sampai virus Corona yang lebih ganas ini ada sampai di Kota Jayapura, karena bagaimanapun jika masyarakat lebih mau memproteksi diri dengan mengikuti aturan pemerintah termasuk menerapkan protokol kesehatan, otomatis tingkat penyebarannya bisa ditekan dengan baik.

 Wali Kota juga meminta kepada Dinas Kesehatan Kota Jayapura dan Tim Satgas Covid-19 Kota Jayapura supaya bisa melakukan pengawasan lebih ketat dan mencoba menggali informasi lebih dalam tentang jenis virus Corona tersebut. 

 Terpisah,  Ketua Pansus Covid 19 DPRD Kota Jayapura, Yuli Rahman SH  mengatakan perlunya memperketat dan memproteksi masyarakat, apalagi saat ini kesadaran masyarakat untuk menerapkan 3 M (Mencuci Tangan, Menjaga Jarak dan Menggunakan Masker) mulai kendor. 

 Menurutnya kebijakan relaksasi menuju kehidupan kenormalan yang baru disalahartikan menjadi bebas beraktifitas, padahal penyebaran Covid-19 masih saja terjadi. “Saya melihat banyak yang jenuh dan akhirnya 3M nya kendor, tatanan hidup kembali seperti sebelum pandemi itu salah.

Apalagi saat ini semua akses sudah dibuka mulai dari pusat perbelanjaan, pasar, rumah ibadah, tempat wisata terkecuali sekolah. Jam beraktifitas juga dilonggarkan  mulai pukul 09.00 WIT hingga pukul 22.00 WIT, akan tetapi yang terjadi aktifitas meski dilonggarkan hingga pukul 10 malam namun masih banyak ditemukan warung yang buka termasuk aktifitas di jalan – jalan. “Harusnya saat jam 10 itu bukan hanya toko yang tutup tapi aktifitas masyarakat juga dihentikan dan semua berdiam di rumah, tapi kalau lihat di Entrop itu seperti 24 jam,” bebernya. 

 “Jadi jam 10 itu bukan hanya pedagang tapi manusianya juga,” tambah Yuli. Ia melihat jika virus varian baru ini masuk maka situasi akan kembali parah mengingat menyebarannya lebih cepat. “Kami pernah sidak jam 1 dini hari dan hasilnya ada mobil penuh dan diisi penuh penumpang. Kalau tidak dipertegas maka akan akan sulit memutuskan mata rantai, ini transmisi lokal soalnya bukan claster lagi,” imbuhnya. (dil/ade/wen)

(dil/wen)

newsportal

Recent Posts

Komnas HAM Diminta Selidiki Kasus Tiga Warga Sipil

Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…

14 hours ago

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

22 hours ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

23 hours ago

Jalur  Utara Papua Jadi Prioritas Konektivitas Daerah

Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…

24 hours ago

Transparansi dan Pelayanan Publik di BPN Dinilai Buruk

Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…

1 day ago

Tiga Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Pria 44 Tahun Diringkus

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…

1 day ago