Categories: MIMIKA

Lemasa Minta Bupati Mimika Cabut Surat ke Presiden

PT.Freeport Indoensia menyiapkan makanan bagi karyawan di tempat kerja masing-masing sesuai protokol kesehatan yang diberikan pemerintah.  Dok.PTFI for Cepos

Terkait Penghentian Operasi Tambang Freeport

JAYAPURA- Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa) meminta Bupati dan DPRD Kabupaten Mimika untuk segera mencabut surat permohonan kepada Presiden tentang penghentian sementara operasi Pertambangan PT Freeport Indonesia untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

   Permintaan ini disampaikan dalam rilis tertanggal 20 Mei 2020 yang ditandatangani Direktur Lemasa Stingal Johnny Beanal, S.Sos, Pendiri Lemasa Johanis Kasamol, SE, Komisaris Lemasa Drs. Yopi Yoseph Kilangin dan Ketua Amungme Naisorei Janes Natkime, STH.

  “Demi menghindari gejolak sosial di kabupaten Mimika dan terganggunya dukungan sosial PT.Freeport Indonesia bagi masyarakat sekitar pertambangan PT.FI, maka diharapkan kepada Bupati   Mimika dan DPRD Kabupaten Mimika untuk segera mencabut surat permohonan kepada Presiden Republik Indonesia tentang penghentian sementara operasi pertambangan PT. Freeport Indonesia,” tulis Lemasa dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Jumat, (29/5).

  Lemasa juga meminta Pemkab Mimika wajib melakukan protokol pencegahan Covid-19 sesuai kebijakan pemerintah dengan menghindari tindakan represif (tindak pidana dan pelanggaran HAM). Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika berkewajiban untuk menjamin kebutuhan hidup masyarakat sebagai perwujudan pasal 7, 8 Undang-undang RI Nomor : 06 Tahun 2018 tentang : Karantina Kesehatan.

  Pemerintah Kabupaten Mimika dan Pemerintah Provinsi Papua memberikan kebijakan kepada umat beragama di Provinsi Papua untuk menunaikan ibadah secara bersekutu dalam rumah Tuhan dengan melaksanakan protokol pencegahan Covid-19, demi membangun iman umat manusia dalam menghadapi cobaan ini.

   Sementara untuk PTFI, Lemasa meminta agar membangun rumah sakit darurat untuk penanganan pasien covid-19 demi pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 di area pertambangan Freeport.PT Freeport diharapkan menyiapkan bahan makanan (Sembako) untuk masyarakat 7 suku kekerabatan  di kabupaten Mimika selama Covid-19.

  Kepada masyarakat, Lemasa mengajak untuk kembali ke lahan, mengelola lahan tidur dan lahan pertanian baru untuk  kebutuhan pangan keluarga dalam masa pandemic Covid-19.

 “Di samping menyediakan sembako bagi masyarakat, pemerintah daerah kabupaten Mimika, PT.FI melalui yayasan pengembangan masyarakat Amungme-Kamoro (YPMAK).Menyediakan peralatan pertanian, bibit dan pupuk bagi masyarakat petani khusus Papua dalam menunjang usaha pertanian masyarakat,” tulis Lemasa.

  Untuk diketahui, permintaan masyarakat agar pemeritah tidak menutup operasi tambang Freeport juga datang dari Lembaga masyarakat Adat Suku Kamoro (Lemasko) pada 14 Mei lalu.

  Ketua Lemasko Gergorius Okoare mengatakan, apabila PTFI ditutup, maka akan berdampak besar bagi ekonomi masyarakat, khusus di Mimika. Di samping itu, Pemkab Mimika maupun Pemprov Papua harus memperhatikan nasib ribuan karyawan dan keluarganya apabila PTFI ditutup, walau sementara.

  “Kalau Freeport ditutup, apakah pemerintah daerah dan provinsi sudah menyiapkan anggaran yang besar untuk memperhatikan para ribuan karyawan yang turun dan tidak bekerja?” kata Gregorius, dalam keterangan pers di Timika, Kamis (14/5) lalu. (ist/tri) 

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Komisi IV Sayangkan Aset Terbuang Percuma

Menurut Albert, peristiwa tersebut merupakan bentuk kelalaian yang mengakibatkan kerugian bagi daerah. "Aset ini dibeli…

8 hours ago

Akui Peredaran Narkoba Masih Tinggi

Menurut Aflian, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh aparat kepolisian semata. Dukungan dan partisipasi…

9 hours ago

Marak Penipuan Loker Catut Nama Freeport

​Berdasarkan hasil penyelidikan awal otoritas kepolisian, pelaku melancarkan aksinya dengan skema yang terstruktur. Mereka menjanjikan…

10 hours ago

141 WNI Jalani Proses Hukum di Papua Nugini

Sebanyak 141 warga negara Indonesia (WNI) tercatat sedang menjalani proses hukum dan hukuman di Papua…

11 hours ago

Vaksin Campak Dipastikan Tersedia, Papua Selatan Siapkan Imunisasi Massal Tangani KLB

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB…

12 hours ago

Kejagung Beberkan 12 Kasus Besar

Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus…

13 hours ago