

Potret kawasan Pelabuhan Poumako Timika dari udara. (Foto: Dokumen PT Pelni Cabang Timika).
MIMIKA – Pemerintahan Kabupaten Mimika yang baru dibawah pimpinan Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong diharapkan mampu menyelesaikan sengketa tanah Pelabuhan Poumako Timika.
Persoalan tanah Pelabuhan Poumako lantas tak kunjung terselesaikan sampai saat ini. Bahkan, proses penyelesaiannya semakin tak menemui titik terang.
Akibatnya, rencana pembangunan Pelabuhan Poumako Timika tak kunjung terealisasi akibat sengketa tanah tersebut. Pelabuhan Poumako yang letaknya berada di wilayah timur Kabupaten Mimika ini sudah lama tidak terurus dan kian memprihatinkan.
Kepala Pelni Cabang Timika, Rachmansyah Chaidir menaruh harapan terkait penyelesaian sengketa tanah ini pada pemerintahan yang barj dibawah Kepemimpinan Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong.
Rachmansyah menyebut, pelabuhan yang sudah tidak terurus ini sangat membutuhkan perhatian pemerintah daerah. Rachmansyah berharap agar kondisi yang kian memburuk di Pelabuhan Poumako ini dapat segera dibenahi, mulai dari infrastruktur hingga sarana dan prasarana pendukungnya.
“Itu urgen sekali kalau saya mau bilang, karena selama ini saya bertugas sudah hampir tiga tahun ini tidak pernah ada progres perbaikan dari infrastruktur di pelabuhan,” katanya saat ditemui, Sabtu (19/4/2925).
Page: 1 2
Kasus ini dinilai harus menjadi momentum krusial untuk membenahi tata kelola program strategis nasional tersebut…
Selain sisa logistik yang tertimbun di dalam tanah maupun gua, sisa amunisi juga banyak yang…
Penilaian itu disampaikan PAHAM Papua menyusul laporan polisi yang didaftarkan Mama Yasinta di Polda Metro…
Bagi masyarakat Kamoro, Karapao bukan sekadar selebrasi visual. Ini adalah poros warisan leluhur yang melilitkan…
Pemerintah Distrik Sentani terus bergerak melaksanakan program relokasi dan penataan ulang Pasar Lama Sentani, sebuah…
Menurutnya kejadian ini bermula saat beberapa warga sedang mencari ikan di sekitar Kali Ariyau sekitar…